Copyright © ARgaliTHA
Design by Dzignine
4.1.13

Berbatik Menambah Pesona Diri

Siapa yang tidak mengenal batik? Ada yang tak pernah berbatik? Waduh duh, katanya warga Indonesia, katanya cinta negara ini. Kalau sampai berbatik saja tidak pernah, sungguh ter...lalu.

Menurutku, berbatik itu ‘sesuatu’. Boleh lah ya nyontek kata-sakti-Syahrini, memang kenyataannya begitu. Bukan hanya bisa tampil kian cantik nan elegan, auranya itu loh ... WOW! Jadi makin percaya diri.

Aku dan batik jahitan Mama


Dulu, aku tak terlalu suka berbatik. Menurutku seperti 'orang tua'. Namun sejak Mama mengenalkan dengan cara menjahitkan baju untukku, jadi suka ... Kemudian, ada banyak baju batik yang kupunya. Karena tidak terlalu suka berbelanja di toko batik dan butik batik, aku memilih model batik incaran di batik online. Bukannya apa-apa. Wanita yang susah memilih hingga perlu waktu berjam-jam menentukan motif dan model kesukaan, lebih 'aman' dengan katalog di batik online. Setidaknya pilihanku bisa kupertimbangkan langsung dengan orang-orang terdekat tanpa membuang banyak waktu dan merepotkan mereka menemaniku di toko atau butik batik.

Di batik online, aku belanja gaun batik untuk datang di acara wisuda kekasihku di Surabaya. Pendamping wisuda istilahnya. Tidak mungkin kuhadiri acara spesial di mana ada orangtua Li, calon mertuaku, dengan dandanan atasan batik dan celana jins yang biasa kupakai ke mall. Dag dig dug, takutnya penampilan pertamaku memakai pakaian feminim ini ada yang kurang. Tetapi saat kupatut apa yang kukenakan di badan ini begitu memukau, rasa percaya diriku muncul.


Berbatik memang seru! Untuk menunjang pandangan pertama yang menggoda, kupilih aksesoris simple. Batik itu motifnya 'ramai', kalau aksesorisnya 'ribet', yang lihat jadi 'eneg'. Kupakailah aksesoris kalung yang bandulnya besar, warnanya kontras: cokelat. Terbuat dari batok kelapa, hasil belanja di batik online pula. Manis, layaknya yang memakai. Asal warnanya berbeda dengan warna dominan batiknya, tentu enak dilihat.

Tak perlu aksesoris 'berat' dan bikin punggung agak membungkuk menahan beban. Berbatik harus tegap jalannya, menampakkan percaya diri yang sempurna tiada tara. Tanpa aksesoris juga boleh. Asalkan di bagian leher atasan penuh hiasan. Misalnya dibuat berkerut tumpuk, seperti bunga-bunga. Atau dipita yang melingkari leher. Sebab jika dipakaikan aksesoris kalung, kesan 'penuh' menjadi.
Aku saat wisuda Li

Berbatik juga tidak perlu riasan wajah berlebih. Tanpa sanggul mini atau jumbo, memukau semua yang memandang. Aku ber-make up minimalis. Hanya mengoles eye shadow dan blush on pink, menebalkan bulu mata, memerahkan bibir dan menata rambut sedikit rapi dengan kepang sebagai pemanisnya.



“Cantik,” ujar ibunya Li. "Beli di Jogja ya?"

"Umm ... Batik online, kok, Tante."


Aku tersipu. Benar saja, keputusanku berbatik di momen tersebut membuatku percaya diri dan nyaman mengobrol dengan orangtua Li. Pesona diri pun bertambah. Senang? Pasti. Ini berkat berbatik.

Setelah itu, aku semakin cinta batik. Terlebih saat menghadiri resepsi pernikahan teman. Sebelum memiliki sarimbit, aku dan Li sering berkostum beda motif tapi warna senada. Terkadang dia pinjam ‘hem’ atau pinjam koleksi batik bapaknya agar sesuai dengan yang kukenakan. Zaman sarimbit masih 'pendatang baru', harganya selangit. Kami yang masih pegawai-baru, menyayangkan pengeluaran untuk belanja batik. Untunglah, beberapa tahun kemudian, harga sarimbit lumayan bisa dijangkau.

 
Sarimbit bak seragam batik pasangan. Tidak mesti mirip sekali. Kadang ada yang motifnya sama namun warna berbeda. Ada pula yang warna sama namun motif untuk wanita lebih feminin. Ada yang seragam dibuat sebagai atasan. Ada pula yang seragam dalam bentuk lelaki mengenakan kemeja dan wanita dibuatkan dress  berbahan sama.


"Lelaki makin keren kalau pakai batik!"


Li di samping kiri
Pasti setuju dengan ungkapan ini. Aku sadar, sesadar-sadarnya, Li menjadi lelaki paling dicari saat batik melekat di badannya. Wow! Sejak kami punya sarimbit, Li kian suka berkemeja batik. Dia pakai juga saat kuliah. Kalau acara santai, dia lebih suka pakai kaos. Simpel.

Saat di Bali, aku terkejut dengan adanya kaos yang dibatik. Loh, kok bisa? Di Jogjakarta ternyata juga banyak kaos batik. Olala ... Kaos batik rupanya merupakan upaya pengenalan batik kepada generasi muda. Dengan cara ini, berbatik bisa menjadi suatu kebanggaan dengan dipakai di segala situasi. Formal, informal. Muda, tua. Di kampus, di mall. Batik bisa dipakai dengan cara apapun. Bila bukan generasi muda yang mencintai hasil budayanya, siapa lagi? Bila batik terlupakan, maka sejarah warisan nenek moyang kita terhapus dari sejarah. Bukan berita yang bagus, bukan?


Contoh modifikasi dress dari sini
Tidak hanya wanita yang bisa memodifikasi batik menjadi dress dan atasan baju menarik hati, lelaki juga bisa dengan bangganya berbatik yang dimodifikasi menjadi kaos. Yang paling disuka ialah yang menggunakan jenis batik remekan. Efek remekan ini menimbulkan kesan abstrak pada dasar motif batik. Jadi, berasal dari bahasa jawa: remek yang berarti rusak, menggambarkan kesan ‘pecah’ tetapi enak dipandang mata.


Perawatan batik itu mudah. Kalau pihak lelaki kesulitan menjaga keindahan warnanya, serahkan saja pada kaum wanita yang berhati lembut juga mulia. Lebih baik, batik dicuci dengan shampo. Karena zat pembersih dalam shampo lebih 'ringan' daripada detergen. Kalau mau sih bisa beli sabun pencuci khusus kain batik di pasar.


Bila ada noda, jangan terlalu keras  menguceknya, bisa bikin 'luntur'. Cukup diolesi kulit jeruk pada bagian yang kotor. Lalu bilas dengan air hangat. Oiya, penting nih, jangan dicuci menggunakan mesin cuci. Bisa rusak! Lalu jemur di tempat yang teduh dan tidak perlu diperas. Biarkan air menetes dan mengering alami. Pada saat menjemur tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali kencang. Hindari penyetrikaan secara langsung dan gunakan alas kain.
 
Mama selalu mengingatkanku untuk menyimpan dalam lemari dengan terlebih dahulu dibungkus dengan plastik. Tidak boleh diberi kapur barus sebab zat padat ini terlalu keras dan bisa merusak kain batik. Sebagai pengganti, diberi merica atau lada yang dibungkus tisu, letakkan di dalam pojok lemari pakaian. Sayang kan kalau barang batik online yang indah ini rusak karena ngengat nakal.


Contoh kain tulis premium di sini
Pembuatan kain batik tidak instan. Ada banyak proses dan memakan waktu lama. Dimulai dengan kain putih diberi malam yang diletakkan dalam canting. Selagi masih panas, digoreskan pelan-pelan dengan penuh ketelatenan. Di Jogjakarta ada banyak tempat kursus membuat batik. Semoga sebelum masa kerjaku di sini habis, aku bisa mencoba membuatnya. Semoga. Dengan demikian, rasa bangga berbatik kian menjadi.

Ah, berbatik sungguh memesona. Tidak hanya elok dipakai, namun juga menambah rasa cinta pada negara, Indonesia. Semoga batik kian dikenal di seluruh dunia, tanpa diaku-aku negara lain yang menginginkan dan terpikat keindahannya.







77 komentar:

  1. wah artha cantik sekali pakai batik. AKu juga sukaaa batik. batik bikin kita tambah cantik dan anggun. AKu ke mall aja pake batik loo xixixi, paling suka corak mega mendung, mistis ;)

    BalasHapus
  2. Mbak Windi suka horor rupanya :D
    Makasih ya Mbak ^^

    BalasHapus
  3. Mbak nya juga makin cantik pake batik.
    hehehe

    BalasHapus
  4. Bagus juga tuh, warisan kita semakin luas nih
    jangan lupa main & komentar disini juga ya! http://ali-asidqi.blogspot.com/2013/01/batik-dalam-kehidupanku.html

    BalasHapus
  5. Makasih udah mampir, Bang Oi :)

    Iya, Mas Ali. Siap!

    BalasHapus
  6. ringan, mengalir dan tlsnmu enak dibaca,. majulah batik

    BalasHapus
  7. good writing,., :)
    visit me jga ea, http://nusantaraholic.blogspot.com/2013/01/sangkakala-sebuah-persembahan-anak.html

    BalasHapus
  8. Setelah dibaca, lumayan lengkap juga ulasannya, Tha :)

    Tinggal sesuaikan dengan tema saja, insyaAllah dengan banyak berlatih termasuk ikut lomba, kualitas tulisan akan semakin baik, kemampuan pun terasah.

    Selamat berkontes ria ya :D

    Salam,
    Phie

    BalasHapus
  9. Ervan, udah Bro. Good luck!
    *so do I

    Phie, makasih ^^ aku mau belajar lagi :)

    BalasHapus
  10. Bagus mbak tulisannya,,,
    its very full experiencies! hehe
    keep writing^^

    BalasHapus
  11. Keren, tulisannya inspiring to wearing Batik :))

    BalasHapus
  12. Keren nih tulisannya,
    ada batik buatan mama? Wow...

    semangat terus menulisnya yaa Mbak Litha

    BalasHapus
  13. Sayapun intens pakai batik ketika masih dinas. maklum ada acara2 tertentu yang dress codenya memakai batik. Saya juga selalu membawa batik jika sedfang ada acara di mancanegara.

    Saya juga lebih nyaman ke undangan pakai batik kecuali jika ditentukan lain.

    Ayu tenan nduk pakai batik nduk.

    Kalau ke Surabaya silahkan mampir.

    Semoga berjaya dalam kontes.

    Salam hangat dari Gakaxy

    BalasHapus
  14. Wah, tulisan Nurro Tha tentang Batik siiip banget, mudah2an menang ya. Bunda juga tuh seneng banget batik sejak 5 tahun yang lalu aja, sebelumnya selalu memandang kalo batik itu ya buat jare-an doank, hehehe.... Dengan begini bunda jadi kenal wajah Nurro, wajah teman/saingan beraudisi yang layak menjadi cucu bontotku, hehehehehe......lagi. Salut dengan tulisan Nurro. Asyik bacanya.

    BalasHapus
  15. Satu lagi Nurro Tha.............bunda kalah nih dalam soal tampilan blog sama Nurro. Tampilannya keren ada iringan lagunya yang menyemangati diri ketika baca postingan Nurro. Lagi-lagi saluut.

    BalasHapus
  16. Tulisannya bagus banget Kak..:)
    Aku jadi bangga banget berbatik :)

    BalasHapus
  17. Soriiiiiiiii banget.....Tha-nya jadi bunda ingetnya waktu nulis komentar sama Nurro Tha, padahal harusnya Tha Artha. Maaaf banget ya sayang.

    BalasHapus
  18. Ndag pa-pa, Bunda Yati. Hihi

    terima kasih semuanya :)

    BalasHapus
  19. waaw, sesuatu banget kak...
    Disamping batik dapat mempercantik style en juga bangga dengan warisan nenek moyang kita...olala aku juga baru punya beberapa batik, ada juga kaos polesan batik, tapi gambarnya batik vespa, hiks....tuh kak Artha cantik badaiii, kak Li pasti makin sayang...cap cusss

    BalasHapus
  20. Adakah generasi muda sebagai penerus para pengrajin batik tulis? Apakah para pengrajin batik tulis memperoleh hasil keringatnya selama berbulan-bulan demi selembar kain batik? Mungkin upah yang sesuai didapatkan hanya pengrajin batik instant (cetak). Jadi wajar donk, batik sebaiknya diberikan dan dilestarikan negara lain, karena dengan itu para pengrajin batik tulis memperoleh kehidupan layak.

    BalasHapus
  21. waaa jd naksir sama motif batik yg plg bawah itu ^^

    BalasHapus
  22. cantik. msukam lihatnya.. kita keluarga juga suka batik kok....

    BalasHapus
  23. Terima kasih sudah baca dan meninggalkan komentar ^^

    Adakah generasi muda sebagai penerus para pengrajin batik tulis? -- ada, di keluarag tertentu :D Aku pernah tahu di Jogja

    Apakah para pengrajin batik tulis memperoleh hasil keringatnya selama berbulan-bulan demi selembar kain batik? -- tentu, walau mungkin tak sepadan :) Hidup kadang tidak adil, namun dengan bersyukur terasa damai :)

    BalasHapus
  24. Saya juga suka Batik.
    Tapi ulasannya kayak masih ada yang kurang. Opss
    .
    aku tambahin dikit yaaa ( sok pinter mode on nih ) hehehe
    .
    Batik juga termasuk Fashion, right? Karena itu semua jenis maupun motif batik belum tentu cocok untuk semua orang.
    Dan perlu dicatet ( secara umum ) sering kali design batik untuk usia tua dan anak muda berbeda. jadi bakalan tidak "WOW" kalau motif yg lebih cocok di pakai orang tua ( bapak2 misalnya ) dipakai anak remaja / dewasa ( Anak SMA/ usia belasan, Mahasiswa dsb )
    tapi saya bilang tidak "WOW" bukan berarti Jelek lhoo. bisa juga "Oke" karena mungkin "face" mendukung, ckckck
    .
    .
    .
    *Ngomong ngalor ngidul

    BalasHapus
  25. Aih jago banget mba nulisnya :) Gud luck yah mba....
    visit my blog ya. Hehhe

    BalasHapus
  26. CAntik sekali mb artha

    SAya di UAE jg suruh anak pake batik klo jumatan hehe

    BalasHapus
  27. mia candra sasmita11 Januari 2013 09.47

    Hyaaaaaaaaaaaaaaaa..... aku juga mulai suka batik, aku suka batik, apalagi yang bahannya halus. aku bikin modelnya ke tukang jahit jadi gak ketinggalan mode. batik tetep keren kok. Oh, baru tau kalo nyucinya pake shampo biar bagus terus, makasih infonya. hehehehe lagi-lagi kisah cintanya bikin envy

    BalasHapus
  28. wah....batiknya bagus2 ya, aku juga suka pake batik

    BalasHapus
  29. Benar sekali, mB.
    Dengan berbatik itu menambah ras percaya diri juga. ;)

    Senangnya bisa berjejer dengan keluarga sang kekasih. :D
    Eh, udah ada mrica, lada, terus sayurnya apa, Mba. :)

    Semalat ngontes ya? :)

    BalasHapus
  30. Lumayan blognya dan ada info mengenai bahan pencuci khusus batik, yaitu shampoo, sip :)

    BalasHapus
  31. Batikku yang cantik, insya allah menambah kecantikan yg pakai ^^

    BalasHapus
  32. berbatik lebih ke arah Who I'am

    BalasHapus
  33. Wow.... kreatif sekali dirimu.Dirimu cantik dengan berbusana batik,semoga bisa menjadi inspirasi buat orang lain.good luck ya....

    BalasHapus
  34. wuaw... batik... i lope batik. ^^ good luck ya

    BalasHapus
  35. batik itu pakaian wajib,,,mba walau ada baju dinas tetap aja tiap hari pake batik, meski bossy sering melotot krn ga seragam mulu hihihi

    moga menang ya Litha :D

    BalasHapus
  36. Terima kasih kepada pembca yang sudi mengetik beberapa kata di kolom komentar ini ^^ Sungguh aku senang ada yang tidak hanya sekadar membaca, namun mengapresisi :) terima kasih banyak...


    Danu: Koleksi batikmu banyak ya? Kok paham? Kalau batik jadul, masih sesuai denganku asal make up-ku dibuat jadul dulu. Hihi

    Vee: alamat blogmu apa? aku senang membaca tulisan orang. lain kali tinggalkan alamatnya ya

    Hana: anak sekolah kan harus seragam batik, belajar cinta budaya negerinya ^^

    Mia: Kisah cinta lagiii :D Semoga tetap bikin envy orang lain saat kami menikah nanti :p

    Mbak Aryn: Trims :)

    Mbak Idah: Hihi, iya... Resepnya gitu sih, anti ngengat. :D

    Mas Pras: SSSttt, itu tips rahasia :p

    Mbak Esvat: Tentu bikin cantik, dong ^^ Selamat berbatik!

    Anonim: Iya, siapa aku? Tercermin dari batikmu

    Mbak Nur: Iya, Mbak. Aamiin. Trims ^^

    Share of Agnes: Terima kasih ya udah mampir :)

    BalasHapus
  37. Mimi, terima kasih Mi :) aamiin

    BalasHapus
  38. Aku juga suka make kemeja batik, tapi yang coraknya cocok tuk anak muda.
    Seragam "nyinom" MUDA-MUDIku di kampung juga berseragamkan batik, warna biru.
    4 tahun yang lalu, para wisudawan/yang disuruh ikut wisuda kampusku juga dikasih seragam batik+songkok hitam.

    Sip..tulisanmu mengalir, apala tak paham? ^^.
    Urut juga, dari atas ke bawah. *yaiyalah..:D

    BalasHapus
  39. sinoman yang waktu nikahan saudara itu ya? bantu-bantu beberes? hihi. aku pernah lihat di Jogja, kalau di rumahku biasa aja ^^ tapi memang warna senada sih :)
    Mauku urutnya samping kanan-kiri, tapi gak bisa :D

    BalasHapus
  40. wah keren euy, pngen bisa buat posting panjang kyk mbakny, wkwk tp akunya trlalu males, nitip backlink ya http://ardynara.us btw pke batik mbkny trlhat unyu2 jempol dah pokoknya

    BalasHapus
  41. Eh ardynara mobile blog? keren isinya ... tapi aku gak paham :D

    Badi, aku udah follback.

    Trims ya semuanya ^^

    BalasHapus
  42. Niche info, mari kita jaga ciri khas budaya, dengan melestarikan batik :D

    BalasHapus
  43. Sinoman itu kayak pelayan, yang nganter hidangan buat tamu. Kalo di desaku nggak nyewa, itu sukarela dari pemuda/i desa karang taruna.

    BalasHapus
  44. batik emang keren yah.
    baru buka twitter, eh ada mention dari km. salam kenal ajah, blogku sih udah lama, tapi emang jarang banget diurus. ehehehe

    BalasHapus
  45. hai kak..mampir nih..yeahh setuju sm postingan di atas..batik emang keren.batik gak kalah sm baju2 brand yang terkenal.asal kita bisa me mix n match kan batik itu sendiri ^^
    semoga menag lombanya..

    my other blog http://dyta-dinzah.blogspot.com/

    BalasHapus
  46. Tulisanya bagus sekali, mengalir jelas, ada musiknya lagi. Pokoknya sesuatu banget. Cewe banget dan girly banget. Balik koment ya...
    http://amir-silangit.blogspot.com/2013/01/batik-warisan-budaya-yang-harus-di-jaga.html

    BalasHapus
  47. infonya lengkap bener ini euy, keren !

    dan saya setuju sama komentarnya ibunya Li : Cantik ! :)

    BalasHapus
  48. info batik: trims ya ^^

    Radyta: Sudah say ^^

    Amir: saya udah ke sana, Bro :) Good!

    Mas Warm: hehe, jadi malu :)

    BalasHapus
  49. Orang mana ini ya? kok cantik banget? memakai batik semakin sempurna jadi wanita Indonesia... :D
    Salam kenal ya..

    BalasHapus
  50. Terima kasih Kang Dede :) salam kenal ya. Blognya namanya apa?

    BalasHapus
  51. Salam kenaaaal..saya pecinta batik juga lhooo..
    *penting
    Hehehe

    BalasHapus
  52. Ternyata batik bisa juga untuk pendamping wisuda ya, hehe, manis.. :-)
    Kunjungi blogku juga ya... alicememory.blogspot.com, thankyouuuuu :-)

    BalasHapus
  53. batik emang gak ada matinya ya mbak :D

    BalasHapus
  54. foto yang pas wisuda li cantik lho, tha. batiknya juga aku liat coraknya unik ya. mauu batiknyaaa :D itu batik jogja bukan, tha? :D moga menang yah ;)

    BalasHapus
  55. Ayu, toss yaaa ^^

    Alice, okay :) tunggu akuuu yaaa

    Adeuny, iya dong. Kamu juga suka pakai batik?

    Ila, makasih Laaa. Iya mgkn, toko onlinenya sekitar Jogja :)

    BalasHapus
  56. aku cuman ada 1 doank bagu batik, buat kondangan resmi..xixixi ter...lalu

    BalasHapus
  57. Tapi memang bener kok...batik itu sesuatu bangetttt

    BalasHapus
  58. Aku juga suka pake batik.
    sukrisnosantoso.blogspot.com

    BalasHapus
  59. Memang benar benar cantik ya.
    Betul sekali, anak muda jaman sekarang lebih cenderung memvonis batik layaknya gaun yang ke tua tua banget.
    Padahal itu budaya yang harus di kembangkan terus.
    Karena menurut saya berbatik menambah percaya diri.

    Like it postingannya mbk arga litha
    salam manis dari Jember

    BalasHapus
  60. aku percaya diri gak pake batik juga... tapi batik sekarang keren loh... modelnya gak harus resmi

    BalasHapus
  61. batik memang sesuatu banget ya ...

    BalasHapus
  62. Dulu, waktu tinggal di Jombang, saya kurang begitu suka dengan batik, barangkali ini hanya soal kebiasaan saja. Tapi, setelah tinggal di Jogja, melihat orang di setiap acara-acara keluarga kebanyakan pakai batik, saya lambat laun suka dengan batik, bahkan sekarang sangat suka. Semoga berjaya ngontesnya ya, Mbak.

    BalasHapus
  63. mbak ata cantikk dahh...,
    #bayar
    :D

    tampil cantik di depan camer, saya jg mau mbk.
    heheheh....

    semangat mbk.semoga menang
    :)

    BalasHapus
  64. mbak Lithaa, aku berkunjung,hihihi

    Batik emang keren, dan bahkan aku mau ikutan lomba ini juga :o

    hehe, anw. Li itu siapa? :p

    BalasHapus
  65. vj lie: ckckck, kudu beli lagi :D

    Budi Arnaya: Syahini beud! :D

    PENYUCIAN JIWA: iya, terlihat dari tulisan di blognya :)

    Kangkung Jaswan : biar PD, pakai batik yeee :)
    salam balik dari Sleman

    Ratnawati Utami : iya, yang kaos juga banyak. manis-manis ...
    silakan di-follow, senangnyaaa

    wong cilik: injih :)

    Akhmad Muhaimin Azzet: aamiin. ini masih belajar nulis jg :)

    asri: ini ada permen buat kamunya :D
    Makasih, Say ...

    Ana Falesthein Tahta Alfina: Li itu ... ehem :D

    BalasHapus
  66. Asedaap, harus tetep eksis pake batik ya kakanya :D

    BalasHapus
  67. Baca punya saya juga, yah! ^-^

    http://mrikartayusani.blogspot.com/2013/01/trend-berbatik-bukan-sekedar-warisan.html

    BalasHapus
  68. ayo ke solo dong disini kita bisa menemui kampung batik jaman solo masa lalu dan masa masa kolonial hehe.. dan juga bisa belajar membatik hehe..

    BalasHapus

terima kasih sudah baca^^