Copyright © ARgaliTHA
Design by Dzignine
26.11.14

Akibat Terhambatnya Toilet Learning

“Enaknya zaman sekarang... ada diapers. Ringkas!” seru Mama saat melihat tumpukan diapers Shasa, keponakan saya.

“Memangnya Artha dulu gak dibeliin?”

“Mahal! Waktu bayi, kamu pakai popok kain. Saat bisa jalan dan pakai celana dalam, kamu sering nahan pipis akhirnya rajin ngompol.”

“Gak diajari caranya pipis? Toilet training, gitu...”

“Kamu ngompol karena toilet learning-nya terhambat, bukan salah toilet training!”

Toilet learning lebih penting dibandingkan toilet training, apabila toilet learning terhambat maka berdampak pada toilet training. Toilet learning terfokus pada kesiapan anak baik secara mental ataupun fisik untuk diajak buang air di tempat yang seharusnya, dan biasanya dimulai saat anak berusia 18 bulan. Sedangkan toilet training merupakan kegiatan mengajarkan cara buang airnya.

saya saat TK, roknya sering basah

Semasa kecil, saya pendiam. Dalam artian tidak banyak tingkah dan ucapan. Apalagi bila berada di tempat yang dianggap nyaman, akan betah berlama-lama. Karena lahir di bulan Desember, saya masuk taman kanak-kanak saat berusia 3,5 tahun. Sebulan pertama sekolah, Mama bela-belain tukar shif dinas sore agar bisa menunggui saya dari awal masuk hingga pulang. Setelah bulan pengenalan berakhir, Mama hanya mengantar, dinas seperti biasa, kemudian menjemput saya saat jam pulang sekolah. Jam jemputnya sering molor karena Mama harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.

Nah, waktu menunggu kedatangan Mama, saya ingin pipis. Tapi diam saja, terlanjur nyaman dengan ayunan yang diduduki. Selain takut kehilangan tempat karena masih ada beberapa teman yang belum pulang, saya juga takut ke kamar mandi sendirian. Jadi, saya tahan sampai suasana sepi. Waktu semua teman sudah pulang, saya semakin ketakutan dan semakin tak beranjak padahal hasrat pipis sangat terasa. Akhirnya ... saya pipis di situ. Bukan mengompol, tapi memang sengaja. Ayunan jadi basah, tapi saya tidak pindah karena takut ada yang tahu kalau saya pipis di situ.

Perasaan takut adalah akibat dari terhambatnya toilet learning. Saya siap secara fisik karena sudah pintar duduk dan mengambil gayung, tapi secara mental saya belum siap. Hal ini mungkin sebagai bentuk protes karena merasa kurang kasih sayang. Jadi, Mama melahirkan Adik di saat usia saya 22 bulan, usia yang harusnya anak sudah bisa pipis sendiri karena terbiasa. Tapi masa belajar saya terhambat karena Mama kurang fokus dalam mendidik saya, pikirannya terbagi untuk mengurus kehamilan hingga persalinan Adik, rumah dan pekerjaannya. Sejak saya balita, Abi kerja di luar kota dan hanya ada Mama di rumah.

Karenanya, masa kecil saya dibentuk agar tidak rewel. Setiap mau tidur, Mama memang mengajarkan untuk pipis dulu. Tapi saat membaringkan tubuh, saya dibekali botol susu agar kenyang dan tidur nyenyak. Alas tidur yang tidak mudah ditembus air sudah menjadi alas tidur saya semenjak bayi. Waktu ingin pipis sebenarnya saya terbangun, tapi tidak mau turun ke kamar mandi. Sengaja pipis di tempat biar dirumat seperti Adik, begitu berulang kali dan Mama tidak pernah marah. Kegiatan macam itupun berlanjut sampai TK.

Apa yang terjadi pada saya adalah kesalahan. Setelah kejadian itu, Mama menyiapkan mental saya agar tidak takut. Toilet learning benar-benar dilakukan dengan sering menanyakan keinginan dan perasaan saya. Mama jadi lebih perhatian.

“Mau pipis?”


Saya menjawabnya dengan anggukkan perlahan. Sejak itu saya jadi tidak takut untuk bilang “ingin pipis” lagi.



»»  KLIK biar paham...
25.11.14

Serba-serbi Online Shop

Awal Berdirinya Online Shop
Menurut wikipedia, belanja online pertama kali dilakukan di Inggris pada tahun 1979. Kala itu, internet belum ada, sehingga Michael Aldrich melakukannya via kabel telepon. Anggota Redifon Computers ini kemudian menemukan sistem belanja online pada tahun 1980 dan ciptaannya kian digunakan masyarakat luas, terlebih setelah tim Berners-Lee menciptakan browser web WorldsWideWeb (www) atau internet di tahun 1990. Lalu, pada 1992 muncullah toko buku online pertama yang bernama Books.com. Menyusul kemudian ada toko makanan Pizza Hut yang menggunakan media online pada tahun 1994.
gambar dari google.com

Semakin bertambah tahun, teknologi semakin maju. Beragam penjual online atau e-commerce muncul bak jamur di musim hujan. Membeli berbagai produk via internet memang semudah membalikkan telapak tangan, maka tak heran apabila kini menjadi gaya hidup yang digandrungi segala usia. Industri e-commerce pun kian mendominasi pasar Indonesia, dan yang mengejutkan ... perintisnya ialah putra-putri bangsa kita sendiri. Seperti tokopedia.com, online shop terbesar dan pertama yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan bisa diakses publik mulai Agustus 2009.


Kelebihan Online Shop
Melalui online shop, kita bisa belanja apa saja. Segalanya tersedia, mulai barang hingga jasa, dari buku hingga baju. Membeli barang bekas sekalipun, bisa. Walau tanpa tatap muka, transaksi bisa berjalan dengan berdasarkan sistem kepercayaan. Kalau mampu mempercayai orang lain, bolehlah belanja secara online. Tetapi bila tidak, jangan sekali-kali mencobanya karena rasa khawatir akan terus menghantui, “Beneran nyampai gak ya barangnya? Lama gak? Ini gak nipu, kan?”

Membeli secara online sangat praktis. Di manapun lokasi kita, dengan bantuan internet makan bisa mengakses pembelanjaan. Beragam akun sosial media pun menjadi sarana dalam memasarkan barang. Misalnya toko furniture milik Mbak Susindra yang bisa dilihat produknya via facebook https://www.facebook.com/SusindraFurniture, perjalanan wisata via http://tirtakarimunjawa.com/ atau beragam aksesoris yang bisa dipilih di https://www.facebook.com/SweetzSouvenirCraft

salah satu online shop terpercaya

Biaya internet yang sangat murah mengalahkan biaya naik angkutan umum. Karenanya lebih asyik berselancar di dunia maya sembari bersantai di atas sofa dan memilih barang belanjaan impian dibandingkan berpanas-panas menunggu angkutan di luar rumah demi belanja langsung di toko. Tidak akan ada rasa malu walau berjam-jam melototin barang yang sama, tidak seperti ketika berada di toko yang baru beberapa menit memegang baju lalu tiba-tiba mbak penjual datang dan tanya jadi ambil barang yang kita pegang atau tidak. Padahal kalau ke toko kan tidak harus selalu belanja, kadangkala banyak yang datang untuk rekreasi mata, memandang barang yang indah-indah dan membayangkan memilikinya.

Belanja secara online juga harganya jauh lebih murah. Ketatnya pesaingan membuat para penjual memberikan penawaran yang menarik. Dari gratis ongkos kirim hingga bonus seperti beli 2 gratis 1, atau beragam bonus lainnya. Ada juga sistem poin di mana semakin sering belanja, maka ada poin tersendiri. Kalau membuat testimoni, juga dapat poin. Apalagi kalau ada bisa menarik teman untuk ikut belanja, selain ada poin yang bisa ditukarkan dengan produk tertentu, ada bonus seperti barang hingga sejumlah uang tunai. Asyik sekali, bukan?

Belanja di online shop juga menumbuhkan kedekatan dengan orang sekitar. Kadangkala saat membeli sesuatu, kita butuh seseorang sebagai tempat untuk curhat dan minta pendapat. Pilih 1 tas saja mikirnya bisa seminggu. Coba bayangkanwaktu iseng masuk toko, eh kepincut sebuah tas padahal tidak membawa uang lebih. Atau ada 2 hingga 3 tas yang menjadi pilihan, tapi harus ambil 1 saja demi penghematan. Tidak mungkin kan kita bolak-balik ke toko tersebut, memakan banyak waktu-biaya-tenaga. Semuanya akan praktis kalau si tas impian ada di online shop, tinggal tunjukkan gambarnya ke orang terdekat (ibu atau sahabat), minta pendapat deh bagusnya bagaimana, ambil tas yang mana. Bahan obrolan jadi bertambah, dari yang mungkin sebatas say hi pada teman kerja, jadi bisa rumpi seputar dimana belanja tas murah berkualitas. 

Kalau di tempat kerja saya, ketika jam rehat, pasti deh teman-teman pada heboh buka ponselnya. Apa lagi yang dibuka kalau bukan grup online shop di BBM dan instagram. Yang satu minta pendapat tentang baju mana yang cocok, kawan satunya lagi bingung milih online shop A atau B, yang satunya sibuk promo jualannya via media sosial. Kami makin dekat akibat online shop, hahay. Obrolan kami kebanyakan seputar belanja, ritual menggosip jadi berkurang deh. Bagus kaaan, mengurangi dosa.


Kekurangan Online Shop
Walau penuh dengan keuntungan, ada juga kerugian belanja di online shop. Pembeli harus jeli dengan barang yang dijual, terutama saat membeli baju. Keterangan ukuran dan bahan baju harus dibaca benar apabila tidak ingin kecewa. Untuk warnapun harus dipastikan, sebab kadangkala efek foto dicerahkan membuat warna pudar dan tidak sesuai kenyataan. Ada tuh teman saya yang kecewa hanya karena warna kerudung pesanannya jauh lebih muda dari warna yang diharapkannya, akhirnya jadi aneh saat dipakai untuk seragam kerja. Belum lagi kualitas barang yang dijual, benar-benar original atau tiruan, pembeli harus paham.

Promo yang diberikan online shop sangat menarik. Maka tak heran jadi berbondong-bondong membelinya. Namun semakin banyak promo membuat harga semakin murah dan menggugah minat untuk terus berbelanja. Bahaya! Bisa-bisa jadi boros!

Ada juga karena lokasi online shop secara fisik berada di luar kota dan atau pulau, maka harus menanggung ongkos kirim. Ada kalanya ongkos kirim malah jauh lebih mahal dari harga barang. Hal ini bisa disiasati dengan membeli lebih dari 1 barang, namun lagi-lagi juga malah membuat diri ini boros. Karenanya, lebih baik beli beberapa barang di 1 online shop yang sama untuk meminimalisasi ongkos kirim. Seperti yang beberapa teman saya lakukan: ada 3 teman yang membeli 3 kerudung dari 1 online shop. Ongkos kirim dari Jakarta ke Pasuruan sekitar 24ribu, jadi masing-masing nantinya patungan seorang 8ribu-an untuk ongkos kirimnya. Lebih murah dibandingkan harus beli secara individu, berat di ongkos, bo'!

Kendala lain ialah barang yang rusak karena proses pengiriman. Sudah sabar menunggu seminggu, eh begitu barang pesanan datang malah terpaksa terbuang karena tidak bisa digunakan. Untuk ini maka perlu memilih kurir terpercaya. Ada juga sih beberapa online shop yang mau mengganti barang yang rusak, tapi jumlahnya jarang. 


Tips Untuk Pembeli
Pembeli harus bijak. Yang utama harus menetapkan tujuan utama belanja. Kalau niatnya beli 1 baju santai, ya pilih 1 saja, jangan lebih. Jangan mudah tergiur dengan promo harga murah, tapi sebenarnya barang yang ditawarkan tidak terlalu dibutuhkan. Karenanya pembeli via online ini harus kuat iman dan teguh pendirian. Kalau mudah dirayu yaa... habis sudah tabungannya.

Lalu harus memastikan apakah barang telah sesuai. Ukurannya, warnanya, kualitasnya...pikirkan dulu sudahkah sesuai dengan keinginan. Kemudian cek apakah toko online yang dipilih benar-benar bisa dipercaya. Rekomendasi dari teman sangatlah perlu. Coba deh tanya teman tentang pengalamannya belanja via online, mana online shop yang nipu jangan sampai kamu pilih. Bisa juga cek testimoni dari para pembeli online shop tujuan kita, tanya di mbah google deh kalau menu "testimoni" tidak tersedia. Saya biasanya cek-cek di http://www.datapenipu.com/cek-penipu.html, di situ ada pengalaman mereka yang telah tertipu. Kalau ada online shop yang masuk daftar tersebut, lebih baik jangan diulang belanja di situ.
awas online shop tukang tipu

Kalau bisa sih pilih online shop yang owner-nya asyik kita ajak komunikasi. BBM atau WA dibalas, patutlah diberi rambu hijau. Tanyakan juga apa ada jaminan apabila barang tidak sampai atau rusak. Setidaknya, bisa jadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan belanja di online shop tersebut.


Saran untuk Pemilik Online Shop
Bagi pemiik Online shop juga harus jeli memahami pasar. Riset pasar wajib dilakukan. Jadi tidak hanya toko biasa saja yang perlu membidik pasar, online shop malah harus punya strategi khusus dalam memancing pembeli. Online shop yang laris adalah yang menjual kebutuhan hidup yang menjadi prioritas, seperti baju hingga sepatu. Setelah itu aneka makanan, kemudian baru deh pernak-pernik penghias diri. 

Promo yang diberikan juga harus mampu menarik hati, misalnya dengan memberikan diskon khusus atau even giveaway sebagai bahan pengenalan produk. Bisa juga dengan gratis ongkos kirim untuk pembelian sejumlah tertentu. Kemudian, sasaran promosi juga harus dipilih dengan tepat. Jangan menjual aneka baju bayi kepada para remaja, tidak akan dilirik. Kalau menawarkan pada ibu-ibu, itu yang benar. 

Promosi adalah hal yang sangat penting. Jangan mengandalkan keyakinan pembeli akan datang sendiri. Online shop harus gencar mengenalkan dirinya ke khalayak ramai bila ingin laris manis oleh pembeli. Media iklan di sosial media bisa menarik minat orang untuk berkunjung. Awalnya sekedar melihat barang jualan, tapi kalau ada barang yang memikat pasti deh bakal disikat.

Pengenalan identitas pemilik juga sangatlah perlu, sebab kata orang "Tak kenal maka tak sayang". Karena berbasis sistem kepercayaan, pembeli akan lebih memilih belanja di online shop yang owner-nya sudah dikenal dan memiliki predikat baik. Nah, sebagai owner, harus mampu memuaskan rasa penasaran calon pembeli, jawablah pertanyaan mereka dengan sabar-baik-santun. Tidak jarang calon pembeli batal membeli karena pertanyaannya tidak dijawab, padahal itu pertanyaan sepele seperti tentang ongkos kirim. Yahhh... begitulah, pemilik online shop harus sabar dan penuh senyum demi kepuasan pelanggan.

penjual AbonJambrongUnia

Sedikit bercerita nih. Beberapa waktu lalu, saya sempat berjualan di online shop. Saya menggunakan e-commerce OLX. Mobil Suzuki Carry Mama saya pampang di OLX, lengkap dengan harga dan nomor yang bisa dihubungi. Hampir setiap hari ada telepon dan SMS yang menanyakan mobil, tapi kebanyakan hanya tanya tanpa minat membeli. Mungkin juga karena pertimbangan harga. Awalnya, Mama sedikit kualahan, banyak SMS yang masuk tapi tak kunjung terbeli. Syukurlah ... atas kesabaran dan keramahan yang terus diberikan, terjuallah sudah si mobil tua.

jualan saya di OLX beberapa waktu lalu

Membicarakan online shop tidak akan ada habisnya. Semakin banyaknya kebutuhan insan akan menjadi peluang bagi pedagang dalam mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya berjualan. Pun para pembeli yang mendapat banyak keuntungan dari online shop, membuat mereka kian beralih dari belanja ke toko dan memilih belanja dari rumah. Karenanya, tidak heran kini banyak juga toko-toko yang menjajakan dagangannya via online shop. Tak ketinggalan para penjual jasa yang ikutan promo via jejaring sosial; seperti pembecak, perias, guru les privat dan banyak lagi lainnya.

Kalau saya sih inginnya buka jasa kebidanan lewat online shop juga. Seperti beberapa teman saya yang menjual alat-alat kesehatan via BBM. Ah, tapi saya ini kan jiwanya bukan pedagang. Saya lebih memilih jadi pembeli daripada owner online shop. Tapi semoga suatu hari nanti saya bisa jauh lebih telaten dan kreatif seperti Mbak Susindra yang bisa merintis usaha dari rumah dengan online shop.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Susindra III : Online Shop

»»  KLIK biar paham...

Bidan Pahlawan Dunia

gambar hamil sungsang
dari google.com
Empat tahun sudah saya menjadi bidan, namun baru setahun belakangan benar-benar mencintai profesi mulia ini. Selama bertahun-tahun, saya sempat maju-mundur cantik, “Benarkah menjadi bidan adalah takdir saya? Bisakah saya mengamalkannya dengan tulus?”. Awalnya, kuliah di bidang kesehatan ialah permintaan Mama, walau kemudian saya yang memutuskan untuk kuliah kebidanan dan tinggal di asrama. Sebab sejatinya, saya lebih menyukai dunia lain, kepenulisan, walau belum benar-benar saya kuasai benar.

Selama bertahun-tahun, saya melihat proses kelahiran bayi. Tidak hanya mengamati, tetapi juga menolong persalinan. Saya menikmati, tetapi juga memiliki ketakutan tersendiri, “Tepatkah yang saya lakukan?”. Persalinan adalah proses alami, namun bila penolong persalinan kurang sabar dan telaten maka yang terjadi adalah trauma pada sang ibu.

Ibu, sosok utama dalam kehidupan setiap anak. Tanpa ibu yang kuat, tidak akan terlahir anak yang sehat. Selama proses kehamilan, banyak gejala yang kurang menyenangkan bagi sang ibu, mulai perubahan bentuk tubuh hingga mual muntah. Belum lagi nyeri pinggang ketika hamil tua. Namun ibu tidak pernah mengeluh, kelahiran buah hati yang ditunggu. Terlebih dengan dorongan info dan semangat dari bidan tentang bagaimana cara menjalani masa kehamilan dengan sehat dan bahagia.

Saat bayi akan lahir, ada perjuangan antara hidup dan mati yang dilakoni seorang ibu. Nyerinya pembukaan jalan lahir sangatlah terasa. Apalagi, tidak semua proses kelahiran berlangsung normal. Memang lewat jalan lahir, tetapi banyak yang melalui induksi persalinan, pun pertolongan menggunakan vakum karena proses pengeluaran bayi yang lambat. Banyak juga yang lewat operasi sesar, pembelahan sekitar 10 cm di perut karena kendala yang menyebabkan bayi tidak bisa keluar lewat jalan lahir. Kendalanya bisa karena posisi bayi sungsang, lintang atau ari-ari yang menutupi jalan lahir. Di sinilah peran penting bidan, sebagi pengusir gundah dan penguat hati ibu.

Setelah bayi lahir, perjuangan seorang ibu tidak berakhir di situ. Masih ada proses pengeluaran ari-ari yang juga tidak semuanya normal. Kadangkala, terjadi perdarahan hebat karena ada sisa ari-ari yang tertingggal atau karena proses pengembalian ukuran rahim yang kurang maksimal. Bila lambat ditangani, ibu bisa kehilangan nyawa. Belum lagi apabila ada luka jalan lahir, penjahitan adalah sesuatu yang wajib dilakukan karena membantu mengurangi perdarahan. Ah, tanpa komunikasi yang baik anatara bidan dan ibu, proses persalinan dan penjahitan luka jalan lahir bisa berlangsung lama dan menyakitkan.

Begitulah, perjuangan ibu untuk anaknya. Maka adalah benar bila ibu adalah pahlawan bagi anaknya. Sejarah hidup seorang anak pun direkam jelas oleh ibunya. Bagaimana ketika sang jabang bayi menendang, tangisan pertama ketika bayi lahir, perkembangan dari tengkurap hingga berjalan, pun banyak lagi lainnya. Bagi saya, Mama adalah pahlawan terhebat, sama seperti anak-anak lainnya. Karena Mama jua, sedikit demi sedikit saya mencintai profesi saya. Beliau yang memberikan penekanan bahwa tujuan manusia ada di dunia adalah agar berguna bagi orang lain. Seperti menjadi bidan yang bertugas menolong, terutama pada sesama wanita.

Secara fisik, saya memberikan pelayanan melalui instansi tempat saya bekerja, rumah sakit di Kota Pasuruan. Secara online, saya juga memulai memberikan edukasi kepada banyak orang melalui media yang saya miliki: blog cerita-bidan.blogspot.com. Memang merintis, baru jadi beberapa hari yang lalu. Harapan saya agar bisa memberikan kontribusi di dalam dunia kesehatan, sebuah pengabdian. Hanya hal mudah inilah yang bisa saya lakukan. Namun di kemudian hari, saya juga ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat luas secara gratis, sama seperti yang bidan Robin Lim lakukan.

foto dari padmanaba.or.id 
Bidan pahlawan dunia, beliaulah inspirator saya. Robin Lim adalah bidan asal Bali yang memiliki Yayasan Bumi Sehat di Banjar Nyuh Kuning, Ubud, Bali. Seperti yang saya kutip dari Kompas, bidan kelahiran Arizona ini mulai membuka klinik di tahun 1994 lalu mendirikan Yayasan Bumi Sehat pada tahun 2003. Sebelumnya, beliau menjual rumah di Hawaii dan bersama suami memutuskan pindah ke Bali. Beliau membantu persalinan secara gratis, juga memberikan pelayanan kesehatan secara home care, kunjungan rumah. Beliau juga dengan rela mengasuh bayi dari persalinan yang ditolongnya, bayi dari keluarga kurang mampu yang memintanya untuk mengadopsi bayi mereka.

Sebagai bidan, beliau juga penulis. Buku-buku tulisannya berjudul After the Baby's Birth, Eating for Two, Placenta: The Forgotten Chakra, dan kumpulan puisi The Geometry of Splitting Souls. Tidak seperti kebanyakan bidan, wanita asal Amerika ini memberikan pelayanan dengan tulus, tanpa sifat komersil. “Setiap napas pertama bayi ke bumi bisa menjadi salah satu kedamaian dan cinta. Setiap ibu harus sehat dan kuat. Setiap kelahiran harus aman dan penuh kasih. Tetapi hal itu belum ada di sana (Indonesia),” begitu ungkapnya pada malam penganugerahan CNN Hero 2011 di Los Angeles. Pada 12 Desember 2011, CNN memberinya gelar “CNN Hero of the year 2011” atas dedikasinya.

Bidan Robin Lim seringkali hadir dalam upaya peyelamatan ibu dan anak di berbagai bencana yang melanda Indonesia. Seperti ketika tsunami meluluhlantakkan Aceh beberapa tahun lalu, beliau bersama timnya memberikan donasi. Bukan saja berupa makanan, minum dan obat-obatan, namun juga perawatan langsung pada ibu dan anak. Beliau menekankan kepada semua wanita agar selalu bahagia, terutama pada ibu hamil dan menyusui. Dengan bahagia dan tertawa, hormon yang berperan pada produksi air susu ibu akan meningkat. Hormon itu namanya oktitosin, hormon yang juga ada dalam proses pelepasan ari-ari dan pengembalian ukuran rahim setelah bayi lahir.


foto dari cnnphotos.blogs.cnn.com

Tidak semua orang bisa menjadi pahlawan. Walau tidak sepopuler dokter, profesi bidan memberikan andil yang cukup besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Profesi bidan hanya bisa disandang wanita, dan hanya wanita yang bisa menjadi ibu. Ibu adalah pahlawan, dan bidan adalah pahlawan yang menjadi mitra ibu.

Semangat bidan Robin Lim ingin saya contoh. Semangat berbagi yang tidak hanya secara materi, namun juga mengerahkan jasa dan keterampilannya. Sebuah semangat yang hanya dimiliki oleh para pahlawan, menolong tanpa memandang status yang ditolong. Membantu sekuat tenaga, tanpa memikirkan keuntungan yang diperoleh. Sebab ada kepuasan dalam setiap kali memberikan bantuan kepada orang lain, yakni kebahagiaan karena menjadi insan yang berguna.

Setiap kali menolong persalinan, saya semakin mencintai profesi ini. Saya berharap bisa menjadi seperti bidan Robin Lim, menjadi pahlawan, minimal bagi keturunan saya nantinya. Sejarah hidup akan terus saya ukir lewat menulis. Sebab dengan menulis, akan banyak pengalaman dan ilmu yang bisa dibagi secara kepada orang lain secara gratis. Menjadi bidan dan juga penulis, semoga langkah ini kian memacu saya menjadi pahlawan, sosok yang mau berbagi tanpa harap balasan.





»»  KLIK biar paham...
23.11.14

Ikutan GIVEAWAY PARESMA Yuk!

Hai-hai, Kawan sekalian.
Selain ada giveaway di blog argalitha tercintaaah inihhh, ada giveaway berhadiah buku juga loooh di Blog Bu Dosen Paresma ^^ Giveaway Paresma #GAParesma

Lagi-lagi...saya ikutan, dong! Waktu ada even "Catatan Kriuk untuk si Single", saya kalah. Iyalah wong tulisannya gitu. Tapi karena saya gak kenal kata 'menyerah' dan semangat nyari gratisan sangat tinggi, jadi yaaa ikutan lagi, hehe.

Jadi ceritanya ... Minggu tenang yang seharusnya  jadwal untuk istirahat usai dinas malam 3 hari, malah saya gunakan untuk 'terbang' ke Surabaya naik bus ekonomi :p Tujuannyaaa... selfie di toko buku sama buku-bukunya Paresma. Sekalian kopdar sama rekan ngeblog: Dwi Someo. Pun jumpa sama si Ndoro Li yang seharian malah jadi ojek pribadi, hihi.

Toko terkece menurut saya ya Gramedia Basuki Rahmad Surabaya, karena terbesar da pasti lengkap banget. Beneran! Akhirnya saya bisa menemukan sang buku. Wuiiihhh... awalnya sama Dwi kelilingi beberapa rak novel, kok gak ketemu-ketemu? Sampai kacamata saya pakai, biar lihatnya jelas. Haha. Iyaaa, aslinya mata saya minus 1,5 tapi malas pakai kacamata kalau gak terpaksa banget.

Sejam muteeer, kok belum ketemu juga? Sampai Dwi pulang, saya teteeep aja muterin rak di sana. Penasaran! Seperti apa sih karya-karya sang alumni psikologi ini? Kok mata saya tidak menemukannyaaaa? Di manaaa... di manaaa... diiii maaannnaaaaa?

Akhirnyaaa... setelah curhat ke Ndoro Li, minta bantu nyariin, diantarlah saya ke Mas-mas penjaga rak. Lah... kenapa gak dari tadi? >.<" Beruntung... tumpukan "Secangkir Kopi Bully" saya temukan di rak buku Islami. Pantesaaaan... rak novel sama buku Islami kan jaraknya jauh bangeeet! Yaiyalah berjam-jam melototin buku-buku di rak novel, gak nemuin. Tapiii... lainnya mana?
kumus-kumus tetep PD pose
Mas-mas penjaga rak langsung mencarikan "Syabab" yang ternyata belum ditata karena baruuu saja datang, sedangkan "Catatan Kriuk untuk si Single" stoknya habisssss pembacaaa....! Hiyaaa! Keren banget udah ludes! Fiuhhh... syukurlah masih bisa menemukan 2 dari 3. Ditunggu yaaa karya2 selanjutnya :)

Hei Kawan sekalian, yang mau ikutan giveaway Paresma seperti sayaaaa, ikutan #GAParesma juga yuk! Ditunggu hingga akhir minggu pertama Desember 2014, loh.


»»  KLIK biar paham...
20.11.14

Giveaway: Mengenal Argalitha Lebih Dekat

Assalamualaikum...

Apa kabar, Kawan sekalian?
Ada yang lagi sedih?
Cupcupcup...jangan sedih lagi ya, kudu kuat.

Saya yang batal jadi warga Banyuwangi saja gak sedih. Yah...walau kemarin nyesek #JLEB pas ngeliat nilai yang jauuuuh dari target. Tapi ya sudahlah, tujuan hidup masih banyak yang harus teraih, jadi... semangaaat! Toh tahun depan saya pasti ikut lagi, haha, gak kapok. Ganti strategi, perbanyak ‘minta’ sama Allah, minta restu kedua orang tua kalau boleh sih sekalian minta restu ke calon mertua, belajar yang lebih ‘niat’ dan gak pake kebanyakan online yang isinya bengong doang >.<

Jadi, plisss... yang lagi sedih, BeTe, kalut, putus cinta, gak dikasih uang jajan sama orang tua, yang galau karena BBM naik, habis ketilang polisi ... tunjukkan lengkung indah di wajahmu, smile! Nih, saya hibur pakai giveaway. Mau yaaa? Mau ikutannn? Kudu! Biar happy. Soalnya terapi happy saya ya ikutan giveaway selain jalan-jalan sama Mommy, siapa tahu kamu juga gitu.

Yang lagi sedih aja kudu ikutan, apalagi yang lagi berbahagia dengan hidupnya. Jangan bosan ikutan, ya, soalnya saya juga gak bosen bikinnya, hihi. Kali ini hadiahnya spesial, soalnya dalam rangka inget-inget seperempat abad umur saya. Ada budget cash masing-masing 75ribu untuk DUA orang pemenang. Budget ini bisa digunakan sesuai kebutuhan kalian; beli pulsa atau baju atau buku atau pengisi perut atau persediaan BBM keluarga atau ditabung buat nikah. Lumayan lah... Multifungsi.

Mau?
Seperti biasa, ada syaratnya ...

Tahun lalu, pada even giveaway Novel, saya minta Kawan sekalian nulis 3 postingan terfavorit dalam blog www.argalitha.pw ini. Tapi sekarang, Kawan sekalian tulis:
TIGA hal mengenai saya, pemilik blog www.argalitha.pw

Misal:
1. Empunya blog argalitha tuh gak doyan cabai. Ada kok buktinya di 
postingan 20 Fakta tentang saya. Bla bla bla ...
2. Suka banget sama kucing! Kucingnya banyak, dinamai semua, lagi. 

Paling suka sama kucing yang namanya Rudi. Bla bla bla ...

3. Sayangnya dia tuh judes! Jutek gitu, sukanya marah-marah.


Nah, kayak gitu. Jujur saja, apa adanya. Gak harus nulis yang bagus-bagus, kritik dan saran tentang saya akan sangat saya hargai. Don’t worry be happy. Saya bukan siluman ular, kok, gak bakal nyaplok sembarangan, hihi.

Kenal gak kenal saya, gak masalah. Nama argalitha cuma saya pakai waktu surfing. Segala hal tentang saya bisa ditanyakan saya Mbah Gugel, kok. Jelajahi isi tulisan di blog ini juga bisa. Jadi gak harus kenal-kenal banget, karena memang saya gak banget-banget dikenal orang.

Kalau ada bahan yang didapat dari tulisan atau postingan di akun jejaring sosial saya (facebook, twitter, instagram) boleh banget disertakan. Diselipin aja pakai link hidup seperti yang saya contohkan di atas. Kalau gak ngerti bikinnya, boleh tengok di sini >> Cara membuat link hidup

Gak perlu terlalu panjang nulis tentang saya-nya. Asalkan enak dibaca dan ngasih saran serta penilaian tentang saya aja, itu sudah cukup.

Akhir tulisan, jangan lupa ditulis:
Mau kenalan sama argalitha, 
ikutan aja giveaway di www.argalitha.pw

Kemudian tulis link tulisan Kawan sekalian di kolom komentar postingan even giveaway ini ya.

Dibuka sejak hari ini hingga tanggal milad saya, 25 Desember 2014 jam 10 pagi. Pengumuman pemenangnya tentu secepatnya. Saya gak suka PHP-in orang, kok. Hihi.

Ada paket bipang untuk beberapa orang juga. Mau?

Oiya, sudah tahu belum kalau November 2014 ini lagi banyaaak banget giveaway. Para pemburu hadiah bisa berburu sebanyak-banyaknya, siapa tahu yang ‘nyantol’ juga banyak. Rezeki gak akan kemana, dah. Intip aja list-nya di blog kawan saya, Misfil >> http://mis-fil.blogspot.com/2014/11/info-gratisan-terbaru.html.

Have fun!

UPDATE PESERTA

Umi MarfaShinta | Sofhy | Selvia Sari | Kania Ningsih | Ratna Oktaviana | Pakde Cholik | kamu

»»  KLIK biar paham...

Sayang Abi Tanpa Tapi

"Abi, tolong ambilkan Kamboja Banyuwangi."


Alangkah berdosanya berlaku tidak adil pada orang tua. Ibarat kacang lupa kulitnya. Maka, saya meminta ampun untuk segala tingkah kurang santun. Diri ini risih. Jiwa merintih, berharap restu Abi. Terima kasih atas segala kesabaran yang diajarkan, Abi tanpa letih menunjukkan kasih sayang. Hubungan kita, kini, laksana pelangi. Indahnya terasa murni dengan kian banyak kenangan terangkai.

Sayang saya pada Abi, tampaknya mini. Tapi percayalah, laksana kuku yang terus tumbuh walau terpotong oleh problema. Sayang saya pada Abi, tampaknya tiada. Tapi percayalah, selalu ada doa agar Abi selalu sehat-bahagia. Artha sayang Abi, tanpa tapi.

*97 kata termasuk keterangan foto, tidak termasuk judul





»»  KLIK biar paham...
8.11.14

Kebaikan Hati Mama Tak Tertandingi


Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa ada seseorang yang berdosa besar yakni membunuh, kemudian dia bertanya kepada Ibnu Abbas, “Apakah aku masih bisa bertaubat?”

Ibnu Abbas malah balik bertanya, “Punyakah kau seorang ibu? Aku tidak mengetahui amalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah selain berbakti kepada ibu.”


Setiap kali saya bercerita tentang Mama, air mata ini meleleh. Betapa besar perannya dalam membesarkan saya, sangat indah kasihnya saat mengasuh saya, begitu murni cintanya saat mendidik saya. Sebesar dan sebanyak apapun usaha yang saya lakukan, tidak akan mampu membalas apa saja yang telah Mama beri. Lapangnya hati yang Mama miliki, membuat saya malu sendiri.

Seringkali saya berkata, “Capai!” saat Mama minta dibuatkan minuman favoritnya, kopi. Seringkali saya berujar, “Uuh!” saat Mama mengeluh nyeri di kaki. Seringkali saya mengeleng saat Mama minta ditemani menonton televisi, penghapus sepi. Padahal, sekalipun Mama tidak pernah menolak apa saja yang saya pinta, bahkan permintaan tak terucappun dipenuhinya.
 
sedikit yang saya suapkan,
sebuah saya disuapi Mama
Dahulu, ketika cinta monyet membutakan jiwa, saya menyangkal bahwa hanya hati Mama yang cintanya seluas samudra. Setelah beberapa cinta pria berlabuh dan tercium maksud dibaliknya, kini saya menyadari bahwa hanya hati Mama yang punya cinta suci. Tidak ada kebaikan insan tanpa harap balas, selain kasih Mama yang hanya ingin melihat buah hatinya bahagia dunia akhirat.

Mama mengajarkan apa itu cinta sejati, bahwa cinta tak berasal dari mata tapi dari hati. Kalau Mama restu, maka InsyaAllah cinta akan bersatu. Mama mengatakan bahwa saya cinta pertamanya, seketika ketika ia mendengar tangis saya yang pertama kalinya. Sekeluarnya saya dari badannya, hilanglah semua nyeri yang dirasa saat persalinan. Saya merinding membayangkannya. Betapa hebat perjuangan seorang ibu dalam melahirkan buah hatinya, antara hidup dan mati. Betapa hanya wanita berhati murni yang sanggup melakoni hal sespektakuler ini. Salah satunya Mama saya, pemilik hati penuh kasih.

Mama mengajarkan bahwa ada cinta tanpa kata, yang ditunjukkannya lewat perbuatan. Walau terkadang saya jenuh oleh segala nasehat yang saya rasa jahat, Mama tak pernah bilang kalau nanti saya akan kualat. Dengan keindahan hatinya, Mama memberi maaf tiada tara. Besar kecil kesalahan saya, Mama mengampuni dan tak mengambil hati. Sungguh lapang hatinya.

Pemilik hati sabar nan tegar hanyalah Mama. Dulu ketika ujian menerpa keluarga kami, Mama yang sekuat hati menguatkan saya. Saat itu, Adik kalap minta dibelikan Ninja. Walau ada Abi, sasaran meminta Adik hanyalah Mama. Karena emosi karena tak kunjung dituruti, dengan sekop di tangan, Adik hendak menghantam. Saya yang berada di samping Mama, serta merta menerjang Adik, memukulnya sebisa saya. Ada luka lebam di tubuh saya, tapi setidaknya kami bisa meloloskan diri dari amukan Adik. Saat itu, Abi ada di tempat kejadian, sayangnya tidak melakukan apa-apa.

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS Al Anfal : 28)

Dengan berbesar hati, beberapa hari kemudian Mama mengabulkan permintaan Adik. Motor Ninja menjadi miliknya meski ada tumpukan hutang Mama. Tapi masalah tidak hanya sampai di situ, ada masalah baru yang mengharuskan Adik menikah muda. Mau tak mau, Mama turut merestui. Dengan ikhlas, hingga kini Mama menyokong kebutuhan Adik dan istrinya, dari papan hingga pangan. Mama tidak mengeluh, tak jua meminta balas. Hanya ingin anaknya berbakti walau belum juga terpenuhi.

Mama, memiliki hati yang pemaaf. Entah berapa banyak stok kalimat, “Kumaafkan anakku” yang dimilikinya. Saya yakin, jumlahnya ada jutaan, atau mungkin tak terhingga. Adik sempat insyaf, tapi kemudian kembali cari perkara. Insyaf lagi, cari perkara lagi. Begitu seterusnya. Mama tidak pernah jemu mengingatkannya, Mama tak pernah letih mengampuninya.
 
Mama yang rela tidur di bus
demi menemani perjalanan panjang saya
Hingga beberapa waktu lalu, perseteruan besar dalam keluarga kembali menimpa, saya angkat kaki dari rumah. Saya yang merasa rumah bukan lagi tempat teraman, memilih hidup sendiri di Jogja. Dengan berurai air mata, Mama merelakan saya. Namun, Mama selalu meyakinkan bahwa akan selalu ada Mama yang menjadi pelindung saya. Mama membuktikannya. Beliau selalu rutin menjenguk saya. Walau 8 jam perjalanan ditempuh, Mama selalu datang dengan senyum di wajahnya.

Selama bertahun-tahun, setelah saya lulus kuliah, Mama selalu meminta agar saya mengikuti tes menjadi abdi negara. Selama tes CPNS, walau saya selalu ikut di berbagai kota, Mama tidak penah letih menemani. Saya yang terkadang putus asa dengan nasib, termotivasi oleh Mama yang terus menyemangati. Mama selalu menguatkan kalau saya pasti bisa, kalau hidup saya akan indah pada waktunya. Senyum tulusnya menjadi penguat raga dan jiwa. Semoga perngorbanannya dalam menemani saya meraih impian lewat tes CPNS tahun ini membuahkan hasil manis. 

Mama, mendidik saya untuk memiliki hati yang lapang. Harus bisa neriman, menerima semua hal dengan tulus ikhlas, karena pada dasarnya tidak ada milik insan yang kekal. Semua pasti kembali, karena semua hanya titipan Illahi. 

Saat motor kesayangan saya menghilang, dengan berjalan kaki Mama mengatar saya ke terminal. Menjelang malam, angkot tidak beroperasi, karenanya dari rumah ke RS tempat saya bekerja hanya bisa ditempuh dengan naik bus. Tanpa jemu, Mama juga menunggu kedatangan saya di terminal, usai saya dinas sore. Padahal bulan saja tak selalu muncul menemani bintang, tapi Mama tak mengenal kata cuti untuk menemani setiap langkah saya.
ini saat Shasa, keponakan saya, turut menjemput saya

Saat saya katakan kalau kondektur tak lagi mengizinkan saya ikut bus karena jaraknya yang terlalu dekat (sekitar 6 Km), Mama langsung memperperbaiki mobil tua kami. Dengan Suzuki Carry tahun 1990, Mama selalu mengantar jemput. Ketika saya menolak, Mama bilang, “Kamu itu tanggung jawab Mama. Selama belum ada suami, Mama yang akan terus menjagamu. Ingat pesan Mama...

Atase wong liyo, gak kiro podo koyok wong tuo,” yang artinya orang lain tidak akan sebaik orang tua sendiri. Terutama Mama, yang entah terbuat dari apa hatinya. Mungkin dari emas. Kebaikannya, ampunannya, cintanya ... begitu besar melebihi luas samudra. Kebaikan tiara tara, tak akan mampu terbalas oleh jasa dan harta sebesar apapun. Saya hanya bisa berdoa... semoga Allah selalu melindungi setiap langkahnya.

Ya Rabb, ampunilah saya dan kedua orang tua saya. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi saya sewaktu saya kecil ... Ampuni segala dosa Mama, kuatkanlah beliau, sehatkan dan bahagiakan Mama selalu. Semoga seterusnya saya bisa menjadi anak berbakti. Semoga suatu hari nanti saya bisa mengabulkan impian Mama: kembali ke tanah suci berdua dengan saya. Aamiin.

“Ridha Allah tergantung ridha orang tua,  
murka Allah tergantung murka orang tua.





»»  KLIK biar paham...