Copyright © ARgaliTHA
Design by Dzignine
30.10.14

Arti Garis Tangan ‘Simian Line’

Hai haiii...

Maunya hari ini cuma sekaliii aja nulis, cuma bagi info tentang domain baru saya: .pw. Tapiii... Jadi kepikiran. Di sela belajar, tiba-tiba teringat kalau Desember tanggal 25, usia saya genap (ganjil, sih) 25 tahun. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, dan saya rasa semuanya aneh. Tidak ada yang berjalan semulus orang lain. Ibaratnya, hidup orang lain itu seperti ketika melaju di jalan tol, sedangkan saya di jalan tikus. Tujuannya sama, hanya saja waktu tempuh dan area yang dilalui sangatlah berbeda.

Apa yang salah dengan diri saya ya?

Hingga tadi pagi, Ndoro Li menyadarkan saya tentang sesuatu.

Apa garis tanganmu seperti ini?” ketiknya sambil menyertakan potret garis tangan kirinya. 


artinyaaa...
ini gambar telapak tangan 'simian line'
Oiya, saya baru ingat kalau garis tangan kami sama, sama-sama lurus.

Garis tangan kami ini namanya ‘simian line’. Katanya pemilik garis tangan unik ini hanya ada 3% di dunia, di Asia sendiri sekitar 14%. Pemiliknya kebanyakan adalah laki-laki. Kata simian sendiri mengacu pada spesies kera, karena memang pada semua kera didapati telapak tangan yang punya satu garis saja. Tapi yakinlah, saya 100% manusia, bukan jelmaan siluman kera >.<

Kalau kata orang jawa, telapak tangan kami namanya ‘Tapak Jalak’. Dulu Pakdhe pernah pesan kalau jangan sembarangan mukul orang pakai tangan kiri, rasanya akan sakit sekali. Mitosnya juga orang yang bergaris tangan lurus seperti kami, doanya seringkali dikabulkan Allah (aamiin!). Ya, tidak semuanya sih. Seringkali lah. Kebanyakan yang tidak sengaja terucap, seperti terlontar spontan. Tidak sadar bicara apa, eh kejadian. Semoga saja saya gak jadi kebiasaan ngualati orang.

‘Simian line’ artinya single transverse palmar crease atau lipatan garis tangan yang melintang tunggal. Pada orang biasa, ada dua garis mayor horizontal yang terpisah. Yang dekat dengan 4 jari namanya garis kepala, sedangkan yang mengarah pada lengan namanya garis hati. Pemilik simian line hanya punya 1 garis horizontal yang merupakan perpaduan garis hati dan garis kepala. Konon, menyatunya kedua garis tersebut menunjukkan bahwa pemiliknya akan susah memisahkan antara emosi (garis hati) dan rasio (garis kepala).

Dulu, saya kira garis tangan saya ini aneh. Di sekitar saya tidak ada yang punya garis tangan seperti ini. Hingga 5 tahun lalu saya bertemu Ndoro Li, saya melihat banyak kemiripan antara saya dan dia: sama-sama aneh, sama-sama sok mandiri, sama-sama punya tujuan hidup yang ... mungkin bisa membuat orang lain geleng-geleng kepala.

Menurut Ilmu Membaca Garis Tangan (Palmistry), pemilik simian line ibarat pedang bermata dua. Di satu bisa berkemampuan kuat dalam memfokuskan diri pada satu hal tertentu yang disukainya, namun di sisi lain berkecenderungan melakukan sesuatu tanpa pikir panjang-hiper aktif-agresif dan cenderung tidak sabaran. Orang simian line akan sangat sukses jika berkarir di bidang disukai hatinya, namun sebaliknya... akan terpuruk bila mengerjakan sesuatu karena terpaksa.

Karena kemampuannya dalam terfokus pada satu hal, seringkali orang simian line mudah mencapai apa pun keinginannya. Namun, juga sering menghadapi lebih banyak cobaan hidup. Kalau sedang beruntung, akan beruntung sekali. Tapi kalau pas merugi, akan sangat merugi. Katanya, orang dengan karakteristik ini banyak mengubah dunia, baik untuk kebaikan maupun untuk keburukan. 


Misalnya beberapa tokoh seperti perdana menteri Inggris Tony Blair, mantan perdana menteri Rusia Nikita Kruschev, mantan presiden B.J. Habibie, petinju Moh. Ali, penulis John Steinbeck dan masih banyak lagi. ini. Juga ada banyak tokoh radikal yang dilahirkan dari kalangan pemilik garis tangan simian line. Tapi menurut kepercayaan Bangsa Yunani, pemilik garis tangan ini adalah prajurit terbaik dan terkuat dalam pasukan perang Spartan Yunani.

Kalau dari segi medis, katanya bayi yang dilahirkan dengan down syndrome (keterbelakangan mental) hampir semuanya mempunyai simian line. Beberapa kelainan kromosom lainnya seperti Aarskog syndrome, Turner syndrome, Klinefelter syndrome, juga menunjukkan ciri khas ini. Selain itu, ibu hamil yang terjangkit TORCH atau rubella (campak Jerman), atau ibu hamil pengkonsumsi alkohol, juga beresiko melahirkan bayi dengan kelainan kongenital yang ditandai dengan ‘palmar crease’, istilah lain dari simian line.

Menyedihkan, ya? Sepanjang pengetahuan saya, ketika Mama hamil saya memang sempat mengalami perdarahan berkepanjangan. Karenanya Mama diharuskan terus mengkonsumsi vitamin penguat kandungan. Kalau pada kehamilan Ndoro Li, saya tidak seberapa tahu. Hanya saja Ndoro Li itu termasuk ‘anak emas’, anak yang lama ‘dinantikan’ Ayah-Ibu. Namun, saya rasa kami berdua tidak mengalami hal-hal ‘berat’ seperti kelainan kongenital, kromosom dan sebagainya. Sehat wal’afiat, Alhamdulillah.

Orang dengan simian line tidak selalu mengindikasikan cacat bawaan. Dari hasil survei, ada 10% manusia mempunyai simian line pada salah satu telapak tangannya (termasuk saya), dan 5% dengan simian line pada kedua telapak tangannya (pada Ndoro Li). Ada satu mitos lagi bahwa bila garis kepala (yang bila garis itu dari arah jempol) bertemu dengan garis hati (yang garis itu dari arah kelingking), maka yang ‘simian line’ ini rawan terkena sakit jantung. Uuu... Takuuut!

Menurut penelitian, disebutkan bahwa orang dengan garis lurus ini cenderung bersikap absolut, sehingga terkesan egois, ambisius dan pantang menyerah. Hal semacam ini tentu bisa membawa kepada hal yang positif atau yang negatif. Karenanya, simian line yang lebih sering dijumpai pada telapak tangan kiri dianggap ‘lebih aman’ dibandingkan bila ada pada kedua belah telapak tangan.

Orang simian line kebanyakan menyukai hal-hal unik dan berbeda. Kami secara intuitif pasti akan bertemu orang simian line lainnya; entah itu hubungan keluarga, teman, pacar, atau rekan bisnis. Seperti bagaimana ketika saya bertemu Ndoro Li. Kalau sudah bertemu, kebanyakan hubungan akan langgeng dan positif, insyaAllah.

Menurut kepercayaan Jawa Kuno, pemiliknya kelak akan hidup berkecukupan. Bahkan banyak yang meramal kalau pemilik tipe garis simian line ialah sosok yang sangat setia terhadap pasangannya. Aamiin! *toss sama Ndoro Li**

Bagaimana garis tanganmu? Coba cek, deh. Siapa tahu kalian juga simian line, sama seperti saya dan Ndoro Li ^^

Eh... tapi jangan terlalu percaya dengan garis tangan. Namanya juga mitos. 

Coba sekarang genggam tanganmu...

baca arti genggaman tangan di gambar ini


»»  KLIK biar paham...

Apakah Domain .pw Itu?

Telah lama saya mendamba memiliki domain sendiri. Bukan untuk gengsi-gengsian, tapi biar keren gitu loh! (sama saja gengsi, sih :D) Yaaa... biar lebih ‘pas’ disebut blogger karena tidak pakai blog gratisan lagi. Ihirrr!

Tapi yaaaa... dikarenakan kemarin tanggal tua, dompet tipis, tabungan haram diotak-atik, maka diputarlah otak agar tetap bisa pakai domain gratisan. Ada sih yang katanya mau ngasih domain gratis, tapi yaaa...  ragu! Iya kalau benar-benar gratis tanpa resiko, kalau tiba-tiba suatu hari malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan?

Dengan penuh percaya diri, saya bulatkan tekad mengubah domain saya di Hari Blogger Nusantara. Iya, tanggal 27 Oktober 2014 kemarin. Modal yang saya punya hanya akun paypal yang berisi 6$, itupun sisa hadiah dari posting tulisan di blog ini. Domain apa yaaa yang murah dan tak ribet?

Saya pun pakai jasa Namecheap. Di Namecheap, ada domain yang per tahunnya kurang dari 4$. Cling-cling! Saat mata saya lurus menatapnya, tanpa berkedip saya berdoa, “Semoga domain ini saya miliki.”

Saya seorang yang sedikit gagap teknologi namun ingin serba bisa. Untungnya di Namecheap, prosesnya mudah dan cepat. Awalnya saya bingung ketika menuliskan domain pilihan, Alhamdulillah setelah dibantu Mak Shinta Ries kalau harus menambah www. maka prosesnya menjadi bisa saya mengerti. Pada langkah selanjutnya hingga akhir, saya pun terbantu tutorial yang didapatkan via tanya di Mbah Gugel.

Awalnya... saya kira ini .pw tidak termasuk Top Level Domain(TLD). Namun saya salah besar! Walau dibuka untuk umum sekitar 25 Maret 2013 lalu, domain .pw adalah TLD. Berdasar info dari Namecheap, akronim domain ini adalah Professional Web. Mirip dengan domain .name, tapi .pw berfungsi sebagai web pribadi, lebih mengutamakan profesionalnya identitas seseorang melalui web. Mantap kan! Pas dengan nama blog saya ini ^^

Usut punya usut, dulu domain .pw merupakan ccTLD (Country Code Top Level Domain) Negara Palau sejak tahun 1997. Tahu Palau itu di mana? Utara Indonesia, tepatnya di sekitar utaranya Sulawesi. Pulau kecil ini indah sekali! Nah, oleh Directi, registrar yang mengurus domain ini, domain .pw di-branding ulang dan menjadi gTLD (Generic Top Level Domain).

.pw murah kan?

Tapi saya harus berjuang keras. Blog gado-gado ini sebelumnya memiliki page rank di angka 1. Nah, saya harus berusaha agar bisa kembali meraih angka tersebut dan kalau bisa sih berada di atasnya. Pengalaman mengolah blog ini membuat saya ingin membuat 2 blog lagi: tentang kesehatan dan tentang resensi buku-film-makanan apa saja yang saya coba. Semoga segera terlaksana dengan baik ^^

Happy blogging!


»»  KLIK biar paham...
22.10.14

Buru Giveaway Sebelum Libur Ngeblog

Haihai ...
Kamu suka gratisan? SAMA!
Kamu cuma suka baca-baca? Gak apa-apa ^^

Berita penting, nih. Ini postingan ke 325 dengan lebih dari 200.000 orang yang telah jadi pembaca tulisan-tulisan di blog ini looohhh... Horeeey!

Tujuan awal pembuatan blog ini adalah untuk mengabadikan hadiah-hadiah yang saya terima, pun mengabadikan karya. Tapi apa dikata, ternyata postingan hadiah yang saya terima malah bikin beberapa orang ... enggg...gitu deh #sakitnyatuhdisini Yaaa maaaf, akhirnya postingan hadiah di blog ini saya hapus. Hihi.

Tapi tenang saja, saya post even berburu gratisan yang saya ikuti. Monggo kalau mau coba-coba-berhadiah. Sementara ini saya juga lagi bagi pulsa loh, monggo yang mau ikutan... Siapa saja boleh ikutan^^



Oiya, saya ujian CPNS bulan depan. Mohon doanya ya biar bisa sah jadi warga Banyuwangi. Mencari penghidupan yang pasti di sana ^^ Mohon doanya ya biar lulus tes CPNS Kabupaten Banyuwangi 2014, makasih =')

Karena itu, saya harus mengurangi waktu 'main' saya di depan netbook. Iyaaa...saya internetan pakai netbook. Padahal via netbook juga saya latihan soal-soal CPNS. Akhirnyaaa.... lebih banyak 'main'nya daripada belajarnya >.< Karena itu...ini modem mau 'diamankan', sodarah-sodaraaahhhh...

Sebelum pengamanan, saya buru giveaway dulu. Siapa tahu ada yang nyangkut, kan lumayaaan. Jadi hiburan. Kejutan juga, nganggur-nganggur di rumah eh ada Mas Kurir yang datang bawa bingkisan. Alhamdulillah ... yay!!!

Kalau modem sudah berada di tempat yang aman, saya hanya bisa menghibur diri dengan ber-selfie. Mana para peliharaan tersayaaang? Sini-sini, nampang duluuu...


sama Jali yang tampaaan
sama Tyto yang telah bahagia di alam sana :')
sama Debora, si induk dengan puluhan keturunan

Terima kasih sudah membacaaa...
Mohon doanya biar lulus tes yaaa...
Saling mendoakan yang terbaik lah ^^

Sampai bertemu lagi bulan depaaaan =)

»»  KLIK biar paham...

Repost: "Crochet and Lipstick Birthday Giveaway!!!"

Ahaaay... Ikutan giveaway kosmetik lagi nih. Hihi ... siapa tahu beruntung dapat paketan kayak beberapa hari lalu, asyiiik!

Kali ini saya ikutan "Crochet and Lipstick Birthday Giveaway!!!"

Oiya... Giveaway ini diadakan oleh Mbak Sekar. Saya mengenalnya gegara beliau sering ikutan giveaway kosmetik dan sering menang! Kali' aja dengan ikut-ikut, jadi tertular menang :D
Yah ... kita tak akan tahu sebelum mencoba. Dan nyatanya ... dari rentang beberapa bulan ikutan giveaway kosmetik, udah 2 kali saya menangin paketnyaaa ^^ Padahal ikutnya jarang-jarang loooh.

Kali ini, saya pengen hadiah yang ini: Eyeliner. Kenapa saya mupeng dengan Mei Linda Defining Eyeliner Auto? Sebab satu-satunya bagian wajah yang suka saya hias hanyalah mata. Hahay! Saya suka mata sayaaaa ^^ Biar si mata minus ini makin cantiiik... biar hati ikut cantik, cantik lahir batin #eh

Dan ada satu lagi yang saya mau, yakni ... Tadaaaa....

Saya ingin produk Tanako Babe Skin Rosy Complexion Honey Cream ini demi menjaga agar kulit saya tetap lembab. Fungsi madu kan untuk melembabkan dan menghaluskan kulit =)

Cerita sedikit, nih. Saya punya masalah dengan kulit kering saya. Entah karena saya tinggal di daerah pesisir atau memang kemarau yang tak kunjung usai, akhirnya kulit saya bersisik. Hal ini sudah terjadi sekitar beberapa bulan ini. Huhuhu, tiap kali kulit tergores, pasti membekas garis putih layaknya kulit yang amat sangat kering. Terus akhirnya jadi gampang kusam dan seperti berkeriput >.<

Untuk wajah, saya tidak mudah berjerawat. Itu karena kulit saya kering. Bagus sih, tapi konsekuensinya ialah kulit jadi mudah keripuuuut. Di dahi, tampak goresan-goresan horizontal, huhuhu ... Usia saya baru 25 tahun! Oh gawat sekali!
ih tumit pecah-pecah >.<

Bagian kulit tubuh yang paling mengenaskan adalah bagian tumit. Telapak kaki saya mengalami kekeringan ekstra parah, karenanya tumit saya pecah-pecah. Padahal kalau di rumah dan saat kerja, saya selalu pakai alas kaki. Atau mungkin ini akibat karena saya malas pakai kaos kaki, ya?

Akhirnya, demi memelihara kelembaban kulit, saya memakai produk yang ringan tapi kaya manfaat. Bukan produk mahal, gaji saya kan secukupnya. Setidaknya, sedikit demi sedikit saya melakukan perawatan ekstra yang sebelumnya jarang saya lakukan, semua ini demi masa depan. Ya, masa depan kulit saya.

'senjata rahasia' saya hanya baby oil, body butter dan krim carmed

Untuk wajah, saya tidak lagi memakai toner saat membersihkan wajah. Sudah tahu kan kalau toner atau penyegar itu mengandung alhokol? Nah, kandungan alkohol di dalam produk kecantikan bisa membuat kulit saya semakin kering. Jadi, bagi kalian yang memiliki kulit seperti saya, jangan sekali-kali mencoba memakai toner walau rasanya nyaman sekali, adem! Kecuali bagi kamu yang kulit wajahnya berminyak, boleh deh pakai untuk mengurangi kadar minyak yang membahana syalala.

Sebagai gantinya, saya memakai baby oil saat membersihkan wajah. Iya, baby oil yang biasa digunakan para bayi. Saya jarang menggunakan sabun cuci muka. Untuk membersihkan sisa make up, saya lebih suka menggunakan baby oil. Selain bisa mengangkat kotoran dengan maksimal, juga bisa melembabkan kulit wajah saya. Fungsi ganda, kan? Memang rasanya sedikit berminyak tapi beberapa menit kemudian minyak itu akan meresap dan membuat kulit wajah jadi kenyal.

Saya mengganti wadah baby oil ke dalam spray, jadi saya lebih mudah menggunakannya. Tinggal semprot pada kapas secukupnya, lalu oleskan merata pada wajah. Paling baik dilakukan sepulang kerja (karena saya memakai bedak hanya ketika keluar rumah, sisa make up terangkat sempurna) dan sebelum tidur.

Untuk kulit tubuh, saya tidak lagi menggunakan body lotion biasa. Body butter-lah yang saya pilih. Rasanya jauh lebih lembab dan masalah kekeringan kulit saya teratasi. Memang produk ini tidak mampu menghalangi ultraviolet menembus kulit, tapi setidaknya kandungan air dan minyak essensial di dalamnya mampu menembus pori-pori dan membuat sel kulit saya tetap sehat. Aromanya pun memikat, lavender, bisa halau nyamuk nakal yang kadang suka mencuri darah saya.

Kalau untuk tumit yang pecah-pecah, saya telah menemukan obatnya. Ada krim yang berfungsi melembutkan kulit. Kandungan 10% urea dan minyak nabatinya sedikit-sedikit mengurangi ketidakpercayadirinya saya. Saya mengoleskannya tiap kali telapak kaki saya bersih, saya pijat lembut dan biarkan hingga krim meresap. Krim carmed urea 10  ini memang terbukti ampuh menyembuhkan tumit / telapak kaki yang pecah-pecah. Coba deh.

Jadi, bagi saya sang pemilik kulit kering, make up yang tidak boleh dipakai ialah yang mengandung alkohol. Entah itu pada pembersih make up sekalipun. Semakin banyak alkohol yang terserap kulit, semakin kering dan mudah keriputlah kulit kita. Jaga kelembaban kulit dengan baik, pakai body butter dan krim yang mengandung moisturizer yang cocok untuk kulit. Karena masing-masing kulit memiliki karakter yang berbeda-beda. Yang penting, tidak boleh malas membersihkan sisa make up agar kulit tampak bersih, segar dan sehat.


Akhir kata, berharap sekali bisa menangin "Crochet and Lipstick Birthday Giveaway!!!" ini. Hadiahnya itu loooh bikin mupeng ...

Mau mau mau ....!


»»  KLIK biar paham...

Repost GA "A Late Halloween Read"

Tidak ada alasan untuk tidak berburu buku-buku gratisan, itu prinsip saya. Prinsip yang bagus, bukan?

Kebetulan Biondy selalu membagi buku-buku gratis di blognya. Yaa....sebagai penggemar, saya harus ikut serta dong :) Kali ini namanya: "October Giveaway: A Late Halloween Read"


Kali ini tidak hanya 1 buku, tapi EMPAT buku sekaligus yang dibagikan! 

1. Bisikan Kotak Musik - A.H. Igama
2. Kamera Pengisap Jiwa - Ruwi Meita
3. Tujuh Hari di Vila Mencekam -  Cerberus Plouton (aka Yoana Dianika)
4. Apartemen Berhantu - Rettania

Peraturannya seperti biasa. Mari kita i ah ya! Mari kita isi Rafflecopter di blognya. Ahay!

Jangan lupa ikutan  "October Giveaway: A Late Halloween Read" yaaa... Karena saya juga ikut serta^^

Jadi ... kita saingan, nih?
Siapa takut!


NB: Ikutan giveaway saya juga yuk 

»»  KLIK biar paham...
21.10.14

Berani Menerbitkan Buku Secara Indie?

Hai, Duniaaa ^^

Semenjak beberapa bulan ini kembali aktif di dunia maya, saya jadi sedikit mewek. Bagaimana tidak? Sebagian besar kawan yang saya kenal melalui media sosial telah memiliki bukunya sendiri. Ya, buku solo, buku yang full hanya berisi tulisannya sendiri. Bukan buku antologi, sang buku keroyokan yanggampang kelar tapi kemudian penulisnya bubar

Sedih... Mengapa saya tidak bisa? Apa tekad saya kurang kuat? Bisa jadi. Saya lalu membuka file-file dalam netbook, hampir semuanya masih 50% hingga 70%. Belum ada naskah yang sempurna. Belum ada naskah yang layak disajikan secara utuh untuk menghibur para pembaca.

Padahal, beberapa tahun lalu semangat saya menjadi penulis sangatlah membara. Even menulis apa saja saya ikuti, baik itu even-even antologi di facebook hingga lomba cerita pendek (cerpen) di kampus dan media cetak. Beberapa antologi telah saya miliki, hasil dari beberapa cerpen yang saya buat. Cerpen masuk koran juga pernah. Pun pada lomba menulis cerpen di kampus, saya meraih juara 3 tingkat nasional. Lumayanlah untuk penulis sepemula saya waktu itu. 

Sebelum mengenal dunia penerbitan, saya pernah berpikir mengapa harga buku semahal itu. Lalu saya pikir, pastilah kalau jadi penulis maka bisa jadi kaya raya. Bayangkan, harga sebuah buku minimal Rp 30.000,-. Bila dikalikan jumlah banyak buku yang terbeli, misalnya 100 eksemplar saja, penulis bisa mengantongi Rp 3.000.000,-. Nah kalau 1000 eksemplar yang terbeli, bisa dihitung sendiri nominalnya. Widih! Tapi  ya... itu pemikiran polos saya, sih.

Nyatanya, dunia penerbitan tidak sedemikian mudahnya mencetak uang. Naskah yang masuk pada sebuah penerbitan perlu seleksi ketat. Dulu, saya baru tahu kalau ada 2 macam penerbit: penerbit mayor dan indie. Selama ini yang dianggap keren ialah bila mampu menembus penerbit mayor, sebab pastinya di sana banyak menerbitkan karya penulis-penulis ternama.

Namun, karena semakin ketatnya persaingan, sepertinya mampu memebus penerbit mayor hanyalah impian. Kalaupun bisa, mungkin itu keberuntungan. Tapi apapun bisa dilakukan apabila ada niat. Dan dulu ketika saya berobsesi untuk bisa menembus penerbit mayor, terlebih dahulu saya pelajari dunia penerbitan melalui penerbit indie.

Banyaknya penerbit indie abal-abal membuat saya waspada. Menurut kisah teman-teman, ada beberapa penerbit indie yang hanya mau uang kita untuk pencetakan karya namun hasilnya hampa. Karena itulah saya lebih selektif dalam memilih penerbit indie. Hingga akhirnya, saya mengenal sebuah penerbitan indie bernama Rasibook.


Yang menarik dari penerbitan ini ialah adanya kata GRATIS. Ini yang saya suka, mata saya langsung cling begitu membaca kata ini. Sebagai self publishing, Rasibook tidak bekerja asal-asalan. Bukan hanya versi cetak yang dijual, tapi juga bisa via aplikasi buku digital. Nah dengan demikian, karya kita bisa semakin luas dikenal orang. Pun bisa terbeli dengan harga terjangkau. Rasibook juga memberikan royalti yang cukup besar pada penulisnya, sekitar 15%. Lumayan kan?

Sebelumnya, banyak yang berkomentar bahwa kata ‘gratis’ berfungsi sebagai pengecoh. Yah, apa-apa di dunia ini, baik itu gratis maupun berbayar pasti ada ketentuannya. Kalau di Rasibook, tersedia beberapa paket penerbitan yang bisa dipilih sesuka hati. Mulai dari Rp 0,- hingga Rp 650.000,-.
 
salah satu hasil tata aksara
Agar bisa menekan biaya pengeluaran, saya belajar tentang tata aksara dan lay out. Ketika saya bisa menguasai keduanya, maka biaya yang dibutuhkan hanya untuk pengurusan ISBN dan pencetakan. Sebenarnya bisa juga sih kita mengurus ISBN sendiri, hanya tinggal mengajukan permohonan ke Badan Perpustakaan Nasional. Tapi rasanya lebih efektif kalau diurusin sang penerbit indie, praktis. Masalah cover, telah terbantu oleh salah seorang teman yang pintar mendesain.

Semenjak itu, saya kemudian menawarkan jasa edit dan lay out pada teman-teman penulis pemula. Saya ingin membantu mereka yang akan menerbitkan secara self publishing agar tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak. Sayangnya, ada beberapa penerbit indie yang kemudian ‘merusak’ hasil lay out saya. Tidak perlu saya sebutkan namanya. Entah mengapa hasilnya sedemikian buruk. Mungkin itu akibat terlalu mudanya usia penerbit, kurang pengalaman dan hanya mengejar uang. Yaa... lagi-lagi dibuat ajang coba-coba. Entah bagaimana kabar penerbit tersebut, masih eksis atau sudah gulung tikar. Sudahlah.

Dari banyak pengalaman tersebut, saya bisa memetik hikmah bahwa untuk menjadi penulis haruslah memiliki ketetapan hati yang tinggi. Menjadi konsisiten, menulis hingga selesai. Bukan dengan menyambi pekerjaan, seperti: menulis – mengerjakan lay out – lanjut menulis lagi (eh tadi kisahnya sampai mana ya?) – mikirin promo buku lain – menulis (yaah...). Ah, kacau! Sebab menulis butuh konsentrasi tinggai dan harus dikerjakan sepenuh hati.


Pun pada penerbitan. Tergantung bagaimana komitmen penulis pada hatinya. Apakah ingin meninggikan ego dengan terus menembus penerbitan mayor dengan segala cara agar bisa disebut penulis hebat, ataukah yakin akan kualitas pun kelayakan naskahnya lalu menerbitkan secara indie? Kalau ingin melatih diri kemampuan di bidang penerbitan dengan belajar tata aksara dan tata cetak, gabung saja di self publishing. Siapa yang berani untuk promo dan bertanggung jawab penuh atas karyanya pastilah menerbitkan secara inide. Andakah yang memili keberanian sebesar itu?

»»  KLIK biar paham...
20.10.14

Review: Novel Sebut Saja Mbee!

Judul: Sebut Saja Mbee!
Penulis: @shaunmbeesheep
Tebal: iv + 196 halaman
Cetakan: 1, 2014
Penerbit: Asoka Aksara

Nama gueh (sengaja pake “H” biar gawholl), Mbee. Jangan panggil gue cabe, terong, apalagi terong dicabein. Muke lo aja sini gue ulek! *emosi*. Gue bakalan ngasih lo tentang pengalaman “domba” waktu sekolah. Gue akan kasih penerawangan ke elo semua tentang hal-hal yang gue temuin di sekitar gue mulai dari kancut basah pas jam olahraga, kejombloan angan-angan macari ... (KEPO, gue santet), guru ngeselin, suka duka gue waktu sekolah, sampe masalah pem-bullly-an Dora. Gue kasih contekannya, biar elo nggak ikut ujian remedial. Nih, gentong naga!!!!


Dora yang teraniaya
Beberapa tahun lalu, booming banget kartun Shaun the Sheep. Dora, apalagi. Awalnya saya menduga bahwa @shaunmbeesheep fans berat kedua kartun terseebut. Ternyata saya salah! Sebab dia malah mem-bully boneka Dora dan membuatnya sebagai gantungan dan pocong pintu kelas. Hiyaaa... Sadis!

Di awal cerita, Mbee menjelaskan tentang asal muasal nama kecenya tersebut. Nama aslinya sih dirahasiakan, tapi mari kita sebut aja Mawar #eh Mbee. Dia curhat kalau waktu SD, menjadi kaum terasingkan. Kaum yang kurang mendapat hak istimewa untuk membuat masa SD jadi tak terlupa. Eh nyatanya dia salah, justru masa SD dan masa selanjutnya membuatnya sebeken sekarang. Terutama ya ... masalah kancut basah yang bikin seluruh dunia tahu kalau dulu dia pernah pinjam kancut Riza (dan hingga sekarang belum dikembalikan).

...  Selain itu, gue juga nggak termasuk golongan anak-anak populer waktu SD. Itu semakin membuat gue terasingkan dari tempat ini. Anak-anak yang populer, mainnya sama yang populer. Huft. Dari kecil aja sudah ngebeda-bedain orang. ... (halaman 2)

Selain pesan moral, kita bisa mempelajari aneka karakter orang dari novel ini. Ada beberapa teman anti-mainstream Mbee yang bikin geleng-geleng kepala. Asolichat, salah satunya. Dia anaknya melow abis. Tekad move on-nya pun sangat mendarah daging.

Buktinya, saat Mbee minta tolong diambilkan pulpennya yang terjatuh tepat di belakang Asolichat, si cewek tersebut menolak dan berucap, “Maaf, gue nggak suka ngeliat ke belakang. Gue bukan tipe orang yang selalu ngungkit-ngungkit masa lalu. Gue harus move on. Pelajaran hidup gue masih panjang.”
 
saya punya #SebutSajaMbee
Ah, punya satu teman ‘tak biasa’ saja sudah bikin sakit kepala. Padahal Mbee maih harus berurusan dengan si-Bingung dan si-Lemot dalam mengemban amanat Kepala Sekolah. Bagaimana cara Mbee bertahan hidup? Pun bagaimana cara kita bertahan hidup setelah membaca novel komedi ini? Jangan lupa ikuti juga tes kerjaan apa yang cocok buat kita, ya. Hanya ada di dalam Sebut Saja Mbee. Jangan ketinggalan! Buruan beli sebelum kehabisan! #malahpromo

Kisah Mbee ini kisah nyata, dengan setting sekolah dan rumah. Hei, dia jomblo loh! Bagi kamu yang pengen PDKT dengan Mbee, sangat disarankan untuk mengulik segala informasi di dalam novel ini. Pelajarin sikap Mbee yang alim dan hobi mengaji. Tapi jangan ikuti keusilannya, ya.

Yang bikin baca Sebut Saja Mbee ini makin asyik ialah dengan disajikannya ilustrasi cerita yang menarik. Gak hanya satu, tapi ada beberapa dan tampak semacam komik mini. Sosok Mbee digambarkan dengan selalu memakai hoody, jaket berkupluk kambing. Warnanya putih unyu, ada tanduknya, ada telinganya... Sukaaa! Boleh tahu gak macam gituan bisa dipesan di mana? Mau dong!

Kenapa saat pelajaran sejarah,
kita malah diajarin untuk
mengungkit-ungkit masa lalu terus ya?
-- Mbee




»»  KLIK biar paham...