23.1.15

Dilema Liebster Award

Tengkiyuuu buat AM. Hafs yang udah ngasih lobster, eh Liebster Award via blognya: shohibulgubug. Yah walaupun dia ngabarin pakai acara salah mention karena salah nulis akun twitter saya :D

Tengkiyuuu juga udah bilang kalau saya blogger favoritnya. Padahal isi blog saya ya begini inilah yaaa... menggejeria -.-" Eniwei, makasih looo, Bro^^ Moga tembus even, ya. Kalau belum beruntung, coba lagi. Karena kalau gak mau nyoba artinya gak mau berusaha :D

Ngomong-ngomong...
Liebster award ini sering saya terima, tapi gak saya pakai. Bukan berarti saya gak menghargai, tapi even ini kesannya semakin lama bukan semakin elegan tapi semakin nyepam. Blogger membagikan Liebster Award kebanyakan bukan karena sebagai bentuk penghargaan, akan tetapi kebanyakan sebagai bentuk ..yaaah... asal bagi saja. Banyak yang asal mention dan nyebar via twitter, ke teman-teman yang gak akrab, dan parahnya gak kenal. Bagus sih kalau selanjutnya jadi lebih akrab dan kenal, lha kalau "CLING"... Hilang tanpa komunikasi begitu saja kan juga sayang sekaliiii...

Baiklah, saya jawab pertanyaan dari AM. Hafs yaaa:

1. Apa alasan terbesarmu dalam menulis? 
Simpel, hanya ingin berbagi. Berbagi apa saja: kisah, info, duit #eh. Menulis juga ladangnya rezeki, selain dapat teman yang sama-sama suka baca-tulis, juga dapat banyak hadiah dan duit. Haha, iya saya mata duitan, namanya saja Artha :D

2. Apa arti impian buatmu? 
Impian itu target hidup. Kalau punya impian, jadi lebih semangat menikmati hidup dan menjalaninya sesuai alur. Gak ngaco lagi. Selama bertahun-tahun, hidup saya ngaco soalnya gak jelas gitu maunya gimana, gak punya impian. Sekarang udah punya: jadi istri dan ibu yang baik. Eits, ini gak mudah! Noooh buktinya banyak kan istri dan ibu yang “gagal”. Di masa depan saya gak mau jadi wanita tanpa karier, juga gak mau jadi istri yang kurang tanggung jawabnya, juga gak mau jadi ibu yang gak bisa mendidik anak-anaknya.

3. Kalau kamu dapat kesempatan kuliah dengan beasiswa, universitas apa yang akan kamu tuju? Jelasin alasannya! 
jelasnya pengen kuliah S1 di Universitas Airlangga Surabaya. Itu universitas negeri yang saya puja #halah. Apalagi kampus kebidanannnya ada di depan kampus D3 saya dulu. Kerennya lagi di sana makanan-minumannya murah abis! Hemat!

4. Apa resolusimu di tahun 2015 ini? 
Kelola blog satunya: www.ceritabidan.com dengan baik dan benar. Rajin belajar juga, gak gegara mendadak CPNS melulu >.<
Kumpulin duit buat naik pesawat sama Mama, jalan-jalan, foto-foto ... Yah, sebenarnya bukan resolusi yang gimanah-getoooh juga sih. Saya orangnya gak punya target yang JRENG! Biasa-biasa saja, yang penting tercapai.

5. Kalau bisa ketemu orang yang paling kamu kagumi, bahkan yang dari masa lampau, apa yang akan kamu lakukan? 
Masalahnya gak ada orang yang saya kagumi di masa lalu.
Mantan? Ih gak lah.
Guru? Guru-guru saya hormati, bukan kagumi.
Jadi ... jawabannya gak ada, ya.

6. Kalau kamu jadi Sekjen PBB, apa hal pertama yang ada di pikiranmu? 
Ke zona perang. Cari pemimpin 2 kudu, suruh jabat tangan dan tanda tangan damai.

7. Apa hal yang paling kamu cintai dari Indonesia? 
Makanannya lah, enak!

8. Seandainya Ibu kota Indonesia dipindah, kota mana yang akan jadi pilihanmu? Jelasin alasannya. 
Jayapura. Biar saya bisa punya alasan untuk main ke Indonesia Timur.

9. Buku apa yang paling menginspirasimu? 
Ilmu Kebidanan yang amat-sangat-tebal-sekali-banget.

10. Ceritain hal paling kamu sesali di masa lalu yang terkenang sampai saat ini? 
Pacaran waktu SMA, fyuuuuh... Gak usah cerita deh, nanti sesak dada. Ada yang marah-marah, juga.

11. Jika bisa jadi tokoh anime, kamu akan jadi siapa? Deskripsikan karakternya. 
Jadi... aku gak tau nonton anime, reeeek. Gak ngertilah.


Sebenarnya Liebster Award ini harus dibagi lagi.
Akan tetapi... karena saya takut penerimanya gak ikhlas, hihi, jadi saya stop sampai di saya saja, ya. Gak pa-pa kan?


»»  KLIK biar paham...
7.1.15

Jurus Super Cinta Baca Buku

Buku adalah jendela dunia. Buku adalah sumber  ilmu. Buku adalah surganya impian. Buku adalah pemupus rasa sepi. Buku adalah penghibur diri. Buku adalah harta terindah. Buku adalah ... segalanya.

Beragam anggapan orang akan arti buku dalam hidupnya. Bagi saya, buku adalah gerbang untuk lebih dekat dengan orang lain. Melalui buku, hubungan saya dan Abi, sebutan untuk ayah saya, membaik. Lewat buku, saya mendapat nilai plus di mata orang tua Ndoro Li, you know who-lah. Via buku, saya pun mengenal banyak orang yang begitu super, yakni para blogger serta penulis dan mengambil banyak pelajaran hidup darinya. Misalnya Pakdhe Cholik, sang blogger  flamboyan yang telah memiliki banyak karya.

Tapi jangan dikira kalau proses jatuh hati saya terhadap buku itu begitu instant mengingat banyaknya jasa buku pada saya. Sungguh, walau suka menulis tapi saya adalah orang yang sulit menyukai kegiatan membaca. Hingga saat ini pun, saya masih belajar untuk bisa mencintai kegiatan membaca buku. Memang, membaca sangatlah mudah. Tetapi untuk benar-benar menyukainya perlu ekstra tenaga.

Untuk lebih bisa menerapkan cinta buku dan minat baca, saya melakukan banyak hal. Yakni:

1. Rajin Ke Perpustakaan
Zaman sekolah, saya memang hobi ke perpustakaan. Iya, memang untuk membaca buku. Tapi ada alasan yang mendorong saya untuk rutin melakukan kegiatan itu. Dari SD sampai SMP, saya menerapkan irit uang jajan dengan lebih banyak ngedon di perpustakaan. Cukup beli keripik 500 rupiah dan dimakan sambil baca-baca buku, eh tak terasa jam istirahat berlalu. Ketika SMA, alasan bertambah dengan adanya cowok yang ngejar saya. Daripada dipepetin setiap jam istirahat, mending saya mendinginkan kepala sambil buka-buka buku. Jadi, kalau ada yang mengira saya rajin ke perpustakaan karena cinta baca, ooo... salah kaprah!

Namun sejak lulus sekolah, saya mulai mengubah mindset tersebut. Saya ingin seperti orang normal lainnya, cinta baca buku. Karenanya, saya mulai menjalankan niat mulia mendatangi perpustakaan pure untuk membaca buku sepenuh jiwa raga. Kegiatan tersebut saya buat semenyenangkan mungkin, mulanya dengan mengajak Raka, adik kecil saya untuk main di Taman Pintar dan mampir di perpustakaannya. Ini saya lakukan ketika saya masih di Jogja. Mengenalkan perpustakaan pada anak kecil sungguh asyik hingga akhirnya hati saya tertambat pada pesona taman pustaka.

Selain surganya buku yang bernama Perpustakaan Taman Pintar, tak lupa saya mampir ke Jogja Library Center. Konsepnya yang menyatu dengan pusat perbelanjaan murah Malioboro benar-benar didesain agar saya sesering mungkin main ke sini. Tanpa ada bau buku lama yang menyengat dan bikin eneg, suasana nyamannya membuat saya kian memburu bacaan yang menghangatkan hati saya. Ternyata, kegiatan membaca bisa sangat menyenangkan dengan diimbangi tempat membaca yang pas di hati. Karena kesan positif yang saya dapatkan pada kedua perpustakaan ini, kegiatan membaca buku di perpustakaan selepas dari Jogja terus berlanjut, walau itu cuma di perpustakaan kecil sebelah Taman Kota Pasuruan.

2. Selalu Membawa Buku di Dalam Tas
Kebetulan, tidak ada penyuka buku di ruangan tempat saya bekerja. Jadi kalau banyak yang komentar, “Kok suka banget sih baca buku?” adalah hal yang biasa bagi saya. Tanggapan yang saya berikan hanya senyuman dan tetap melanjutkan kegiatan membaca buku di kala senggang. Itulah mengapa saya selalu membawa buku bacaan di dalam tas saya, agar bisa dibaca sewaktu-waktu. Kadang kalau saya berangkat dan pulang naik angkot pun, kegiatan yang saya lakukan saat angkot ngetem alias antre adalah membaca. Daripada saya bengong, nanti kalau kesurupan kan bahaya. Haha.

Lama kelamaan, teman-teman yang awalnya hanya melihat saya membaca akhirnya penasaran dengan isinya. Sesekali, mereka hanya baca judulnya. Kemudian baca bagian belakang buku. Baca beberapa lembar bagian depan juga dilakukan. Eh akhirnya malah pengen pinjam. Walau itu masih amat sangat jarang terjadi (karena hanya ketika ringkasan cerita yang saya kisahkan cocok dengan selera baca mereka), tapi saya yakin dengan seringnya mereka melihat saya membaca pasti deh ketularan juga. Jadi, kegiatan membawa buku ke mana-mana ini akan sangat berguna bagi saya (agar selalu ingat kalau kudu baca buku) dan teman-teman saya (agar virus cinta baca lekas menjalari mereka).

3. Berburu Gratisan Buku
Bagaimana caranya agar cinta buku adalah dengan punya buku yang dibaca. Kadang akan bosan bila buku yang dibaca hanya itu-itu saja, seadanya stok buku dalam lemari yang sudah dibaca berulang kali. Karenanya, saya selalu berupaya untuk bisa mendapatkan gratisan buku. Kalau beli kan mahal, saya butuh banyak tabungan untuk mewujudkan impian saya yakni beli tiket dan naik pesawat terbang buat jalan-jalan bareng Mama. Untungnya, ada banyak jalan untuk memperoleh bukubacaan gratis.


Cara paling gampang untuk bisa dapat buku gratis adalah dengan cara pinjam buku. Selain perpustakaan, tempat utama dalam pencarian buku bacaan menarik ada di lemari buku dalam rumahnya Ndoro Li. Orang tuanya suka baca, maka tak heran kalau koleksinya beragam. Mau tentang ekonomi? Ada! Tanaman hias? Lengkap! Novel? Ada dong, punya adik dan saudara-saudaranya Ndoro Li. Koleksi buku sejarah kesukaan doi juga tertata rapi dalam lemari. Mau baca yang mana? Pilih saja!

Cara lainnya dengan mendatangkan buku gratis ke alamat rumah. Melalui sering ikutan kuis berhadiah buku, jadi sering menang buku baru dan membacanya dengan riang gembira. Kuisnya bisa lewat jejaring sosial atau akun goodreads yang sudah pernah saya ceritakan lewat Cara Mendapatkan Buku Gratis. Jangan dikira mentang-mentang gratis, saya jadi hanya menjadikannya ajang narsis. Tidak sama sekali.

Justru karena ini pemberian, saya jadi tertantang untuk menikmati setiap alur kisah buku yang saya dapatkan. Sebagai bentuk rasa terima kasih, pun apresiasi terhadap sang pemberi hadiah yang kebanyakan adalah penulisnya sendiri. Dengan semakin sering mendapat buku gratis, saya semakin eksis untuk rajin membuka buku tersebut. Betewe, terima kasih untuk para pemberi hadiah buku ^^

4. Punya Tujuan Baca Buku
Cara terampuh untuk mau cinta buku adalah dengan memiliki tujuan saat baca buku. Kalau puya tujuan, pasti lebih terarah dan bersemangat. Tidak malas-malasan, tidak hanya menjadikannya sebagai pemupus waktu luang. Misalnya punya tujuan agar pintar dengan memahami isi buku yang dibaca. Atau karena ingin mengambil banyak informasi yang kemudian bisa diikutsertakan dalam lomba resensi. Atau mungkin untuk mengisi blog buku yang dikelola.

Dengan ikutan lomba resensi, pasti akan menuntaskan baca terlebih dahulu. Bacanya juga tidak asal baca, tapi mencerna setiap kalimat, mencari mana kekurangan dan kelebihan isi buku. Pun membuat ulasan tentang isi buku dan penilaian jujur sebagai pembaca. Salah satu metode yang saya terapkan agar mau cinta baca ya dengan ikutan ajang seperti ini. Walau awalnya terkesan ‘terpaksa’ namun karena tujuan yang ingin didapatkan maka kegiatan membaca jadi menyenangkan. Membaca jadi asyik, dari yang awalnya membaca sedikit demi sedikit, eh jadi terbiasa baca beberapa lembar bahkan menamatkan dalam sekali duduk.

Pokoknya kalau sudah biasa membaca, akan jatuh cinta. Kan kata orang jawa ... witing trisno jalaran soko kulino.
  
Agar teman-teman saya juga ikutan suka membaca, sayapun mencoba menerapkannya dalam kehidupan mereka. Memang tidak secara langsung, karena yang namanya kemauan orang lain tidak bisa kita paksakan. Seperti yang tadi saya ceritakan, saya tidak sendirian kalau ke perpustakaan, pasti ada temannya. Biar temannya ikut tertular suka baca. Bagi yang belum terlalu suka baca, pasti ambil komik atau buku-buku bergambar. Kemudian ambil kumpulan cerpen yang berilustrasi, nah lama kelamaan mau deh baca novel atau buku bacaan lainnya yang full tulisan. Belajar suka baca dan cinta buku itu ada tahapannya, harus pelan-pelan agar benar-benar jatuh hati.

“Ada paketan lagi tuh, di Pos! Paling juga buku lagi!” seringkali teman-teman kerja saya berujar demikian.

Pun saya jawab, “Tolong ambilin. Buka dulu juga gak apa-apa.”

Itu adalah trik saya. Kalau mereka yang buku bungkusnya duluan, pasti mereka ikut baca judulnya. Setelahnya, pasti mengamati cover dan sampul belakang. Lama-lama, pasti penasaran juga sama isinya. Akhirnyaaa...pinjam deh! Tapi ya seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kebanyakan saya harus mendongeng terlebih dahulu agar mereka benar-benar tertarik baca kelanjutannya. Tak apalah, pengorbanan yang menyenangkan.

Saya pun sering membagikan buku gratis lewat ajang giveaway yang sering saya adakan. Tujuannya agar minat baca ikut tertular, jadi suka menerima hadiah buku dibanding barang lainnya. Harapannya agar teman-teman (yang kebanyakan saya kenal via dunia maya) juga mau menulis resensi seperti yang saya lakukan dalam blog semuaresensi.blogspot.com. Hampir semua buku yang saya resensi di situ adalah pemberian teman dan penyenggara kuis. Lumayan kan, jadi hapal isinya dan bisa ngasih gambaran isi buku ke teman-teman yang belum tahu isinya. Ngasih rekomendasi mana buku bagus dan bermanfaat bagi banyak orang. Jadi pengingat diri saya juga, biar lebih rajin bikin resensi dan memperbaiki kualitas resensi saya.

Yuhuuu, guyz! Cintai buku dan tumbuhkan minat baca dalam diri kita, yuk! Kalau kalian sudah baca tulisan ini, tandanya saya sudah menebar cinta buku dan minat baca sehingga kalian turut serta melakukannya. Nah ... Setelah itu, virus cinta tersebut tularkan pada orang-orang di sekitarmu ya .... InsyaAllah berkah.



»»  KLIK biar paham...

Yippi! ceritabidan.com Tayang!

Alhamdulillahhhh....
Akhirnyaaaa....

Dari sepulang kerja kemarin, saya main laptop terus. Tumbeeeen... Padahal ya seperti biasa, sinyal endut-endutan. Tapi ini demiii...demi domain baru saya, hehe. Sampe-sampe, Mama ngira saya lagi serius chatting-an sama Ndoro Li, sampe nyindir ... "Gak boleh terlalu cinta, nanti jatuhnya sakiiiit!"

Siapa yang over jatuh cinta? Anak Mama ini lagi berjuang biar bisa punya domain sendiri, Ma. Berjuang! Gak berjuang lulus CPNS aja, twink!

Finally ...

Sudah bisa nengok www.ceritabidan.com loh. Tapi ya masih ala kadarnya, kudu butuh banyak sekali perbaikan di sana-sini. Ya template, ya isi. Paling utama isi! Iya, maunya saya tulis kasus teraneh harian saya. Biar jadi pengingat buat saya dan sebagai pelajaran bagi pembaca.

Semoga saya bisa jauh lebih konsisten nulis. Semoga domain saya ini jauh lebih berguna dan gak asal nama doang. Semoga jauh lebih kece dari blog www.argalitha.pw ini. Oiya, tahu gak kenapa saya pakai domain .pw untuk blog ini? Karena saya nyaman dengan nama ini. 

Jangan lupa main ke CeritaBidan dan kasih masukan yaaa....

^^


»»  KLIK biar paham...
28.12.14

Target 2015: Jalan-jalan Naik Pesawat

Beberapa hari lagi, 2014 meninggalkan kita. Meninggalkan banyak kenangan, menumbuhkan banyak keinginan, memupus kekecewaan dan membuat target hidup yang lebih baik lagi. Kalau banyak orang yang beresolusi ingin lulus CPNS di tahun 2015, saya pun demikian. Teteeep, makin nyut-nyut-mupeng pas baca ada beberapa teman-teman blogger yang lulus CPNS 2014 secara murni. Weeehhh.., rezekinya :') 

Kalau banyak orang yang ingin makin dekat dengan Allah, sama...saya juga. Kata Mama saya 'baik' plus 'rajin' kalau ada maunya doang. Sholatnya kurang ontime, doanya kurang khusuk, kepikiran sinetron mulu kalau Magriban. Hiyaaa... gak banget deh. Jangan ditiru, ini namanya kurang syukur, apa-apa udah dituruti tapi yaaa...gitu deh >.< Banyak alpanya. Sholatnya mepet-mepet, cepet-cepetan, doa seadanya. Ngiiik.

Yang paling ingin saya dapatkan di tahun 2015 itu adalah... TIKET PESAWAT dan NAIK PESAWAT! Mama udah pernah naik pesawat, malah 10 jam-an, dari Indonesia ke Arab. Si Li udah nyampai Singapura dan Malaysia. Saya? Paling jauh yaaa Bandung, terus Jogja, Semarang... itupun naik bus dan kereta, sama Mama. Gak berani naik pesawat. Pertamaaaa...harga tiketnya mahal, kantong saya belum menjangkaunya. Ya bisa sih minta uang Mama, tapi kan...gak asyik! Kedua, saya juga takut kalaupun naik pesawat, tingggiii...takut jatuh. Kan sering tuh pesawat pakai acara jatuh-jatuhan segala

Si Li udah beberapa kali nawarin, "Ayo tak tumbasno tiket pesawat. Kamu ke Jakarta sama aku, ya?"

Kalau saya meng-iya-kan, Mama mengutuk saya jadi anak sableng. Soalnya Mama gak diajak, kan gak boleh dua-duaan jauh-jauh, ntar digoda setan. Sekarang Surabaya-Pasuruan aja udah banyak setan di sekeliling kami, apalagi berdua ke luar provinsi?

Entah saya kerasukan apa tadi sore, selepas nonton berita Air Asia yang menghilang di perairan Kalimantan, saya malah pengen naik pesawat. 

"Tahun depan, jalan-jalan naik pesawat yuk, Ma!" ujar saya pada Mama yang juga nonton berita seram itu.

"Gak takut?" Mama tersenyum melihat saya yang menggeleng-gelengkan kepala. "Ke Jogja ta? Enak, kan kita udah tahu bandaranya."

"Yang jauhan dikitlah... Nyasar-nyasar dikit kan seru, kayak waktu jalan-jalan ke Bandung beberapa tahun lalu. Makin nyasar, makin asyik!"

Iyaaa... saya suka acara Jelajah yang pakai adegan nyasar. Kayak waktu sama Mama, muter-muter gak jelas di buminya orang Sunda, tapi yaaa enak aja. Beda sama rekreasi orang-orang lainnya. Contohnya kayak waktu main ke Kawah Putih, dikibulin Pak Sopir tapi ya untungnya nyampai juga.

"Artha nabung, deh. Nnati cari tiket murah untuk penerbangan pertengahan tahun."

"Ke Jogja aja deh..."

Rupanya Mama demen banget main di Jogja. Ya udah deh...dituruti deh ya...
Okay! Nabung---nabunggg... Moga dapat tambahan kucuran dana dari menang kuis dan lomba-lomba yang saya ikuti, hehe.

Aamiin. Moga target-target mini ini tercapai di tahun 2015 :')


Enggg... tapi gimana yaaa cara ilangin perasaan takut jatuh dari pesawat? Apalagi Mama nakut-nakutin, katanya kalau udah di pesawat, jangan lihat via jendela. Bisa syok! Habis kelihatan genteng-genteng, eh ganti awan putih dengan desiran yang menyebabkan penerbangan agak goyang. Hmmm... apa rasanya kayak naik odong-odong?



»»  KLIK biar paham...
26.12.14

Cerita Pendek tentang Balon Biru

Balon biru, yang terlintas dalam benak kita ketika membaca dan mendengar kedua kata tersebut adalah keindahan. Atau kesan kekanakan karena balon hanya disukai anak-anak. Tapi yakinlah, ketika membaca Balon Biru, cerita pendek saya yang terpajang di AOMagz, gambaran pembaca akan berubah total.


Balon Biru saya buat sudah agak lama, tapi mengendap dalam netbook. Ini karya pertama saya tentang dunia medis dan dibuat saat mengikuti sekolah menulis online. Ceritanya ...enggg... saya juga bingung kok bisa yaaa anak kecil kepikiran menuju surga? Waaah....

Penasaran? Baca saja deh kisah Balon Biru

»»  KLIK biar paham...
25.12.14

Pengumuman Pemenang Giveaway Mengenal Argalitha Lebih Dekat

Hai hai...
Ini hari yang... engg... bisa dikatakan istimewa. Kenapa? Ya karena usia saya berkurang, tapi angkanya bertambah jadi 25 tahun. Dulu di usia segini, Mama udah punya saya. Sekarang... di usia segini, saya baru punya anak-anak kucing. Mana tanggal nikahnya masih gak jelas. Ralat: tahunnya. Kalau tanggal sih maunya tanggal muda, bulannya bulan musim kemarau biar yang datang gak kehujanan. Nah tahunnya... Tahun...enggg...tahun depan atau 2 tahun lagi atau 3 tahun lagi? Sudahlah lupakan. Mari fokus cari duit dulu. Hahai.

Karena ini hari yang katanya ada banyak hadiah, tebak deh saya dapat kado apa dari Mama? Tebakkk...tebak...

Mobil! 

Maunyaaaa... Hihi. Kemarin yang datang itu mobil barunya Mama. Para pembaca setia blog ini pasti tahu kalau sudah lama Mama memimpikan mobil baru. Alhamdulillah setelah mobil lama kami terjual, mobil baru ini pun terbeli. Saya dan Mama jadi punya PR kursus mengemudi, lha tipe mobilnya beda jauh dengan yang sebelumnya. Gak mungkin banget rasa nyetir Avanza 1.5 Luxury sama dengan nyetir Suzuki Cherry ... Enggg... Mobilnya dari kemarin cuma maju mundur garasi doang, kasihan. Mana Mama juga gak hapal mana tombol-tombol otomatisnya, apalagi sayaaaa? >.<

Syukurlah di usia saya yang seperempat abad ini, status sebagai Ratu Angkot pun resmi lengser di awal bulan ini gegara sudah punya pengganti Semi. Namanya Shiro. Saya sudah pernah cerita di Sepeda Baru Shasa dan Tantik. Sudah baca kan? Ooo belum ya? Iyalah, siapalah saya ini, hihi. Tapi mohon doanya agar tidak ada berita kehilangan lagi, ya. Uuh... susah juga kalau gak punya alat transportasi sendiri di kota ini.

Baiklah pembaca budiman, mari kita simak bersama suatu pengumuman yang lebih penting dibanding pengumuman lainnya.

Siapa yang penasaran dengan jawara Giveaway: Mengenal Argalitha Lebih Dekat

Selamat pada kelima peserta pertama: 
Even giveaway rutin saya adakan. Saya selalu menyukai mereka yang mendaftar di awal-awal pembukaan giveaway. Kelimanya mendapat paket bipang dari saya. Oiyaaa... ada tambahan hadiah juga. Masing-masing silakan pilih satu hadiah tambahan, ya.
Pilihan hadiah tambahan: Antologi "The True Hijab", Lippy Butter London (lipgloss warna merah muda keunguan), CD Repvblik "Sandiwara Cinta", Novel "Sebut Saja Mbee", Perfection gel eyeliner dari y.e.t warna hitam
Maaf gak bisa kasih foto. Jaringan kurang bagussss >.< Kalau kurang paham tentang hadiahnya, monggo cari-cari dengan tanya di mbah gugel. Pasti deh dapat gambarannya.


Terus, yang dapat hadiah utamanya siapa nih?


Saya memilih tulisan dia yang belum begitu kenal dengan saya tapi mampu menjabarkan siapa saya dan memberi kritik saran yang membangun. Pun memilih dia yang sudah lama kenal saya via dunia maya, memahami saya dan mampu memberikan penjabaran sesuai yang saya inginkan: tidak melulu menuliskan hal baik. Karena kritik itu penting, dan tidak semua orang bisa memberi kritikan dengan baik dan tepat.

Selamat bagi para pemenang :)
Silakang kirim SMS ke 085647564467 ya. Sebutkan nama, hadiah yang dipilih (bagi para pendaftar pertama) atau no rekening (bagi pemenang utama). Kalau kirim pesan via inbox FB, takutnya saya gak bisa cepat balas karena saya udah jarang online, guyz.

Terima kasih untuk semua peserta^^
Terima kasih untuk semua penggambaran yang diberikan. Saya jadi tahu, nama argalitha dikenal karena apa. Mana yang kurang baik, akan saya perbaiki. Sekali lagi, terima kasih banyak yaaaa...



»»  KLIK biar paham...
21.12.14

Ikutan Lomba Blog Lagi

Hai hai ...
Setengah hari ini saya 'nginap' di tempat kerja. Iya, hari ini hari spesial karena untuk pertama kalinya saya kerja 16 jam di rumah sakit. Tapi ini mau saya sendiri juga, sih. Jadi, ceritanya hari ini saya mendinaskan teman yang masuk pagi, sedangkan saya sendiri masuk sore. Kalau bahasa jawanya sih nerus. Lumayan kan. Gantinya, di tanggal 25 Desember 2014, saya yang harusnya dinas pagi terakhir, jadi bisa libur, leha-leha di rumah sambil melototin tulisan para peserta giveaway saya >> Mengenal Argalitha Lebih Dekat. Masih ada yang belum ikutan? Kenapa? Gak berani ya? Hehe.

Nah, saat rehat siang tadi, saya baru ingat kalau belum nulis untuk ikutan lomba blog kompasiana bareng Kispray. Entah mengapa, kok yaaa tumben banget saya ingin ikutan kontes blog. Biasanya demen giveaway yang saya rasa enteng pengerjaannya. Bebannya lebih ringan. Beban hidup sudah berat, saya tidak ingin rekreasi saya (baca: nulis) ikutan berat juga, hihi. Engg... yaa berat. Kan saya harus bisa menafkahi 8 kucing dan menabung buat masa depan (walau belum banyak-banyak juga sih sampai sekarang >.<)

Keburu-buru juga ngetik tadi. Memang sengaja hari ini bawa si Snow, netbook saya. Maunya cuma buat main games pas rehat, karena kepikiran lomba blog akhirnya yaaa dipakai buat ngetik.

Simsalabim. Jadi juga tulisannya. Fotonya pakai dokumentasi ala kadarnya. Hehe. Untung ada teman yang mau motoin saya. Untung Ndoro Li mau motoin saya pas setrika.

Mau baca? Enggg... boleeeeh bangetz. >> judulnya:


Ada yang ikutan juga? Pasti banyak deeeeh. ^^

Ini keempat kalinya saya ikutan lomba blog skala nasional. Maunyaaa di tahun depan jadi lebih rajin lagi. Belajar deh nulis yang pakai mikir biar pinter dan lulus CPNS #eh Iyaaa ada hubungannya. Intinya cuma menumbuhkan keyakinan kalau bisa menang murni melawan ribuan peserta #tsaaah Kalau mau jadi jawara kan harus belajar menerima kekalahan dan memperbaikinya. Uhuk banget deh bahasanya.

»»  KLIK biar paham...