Copyright © ARgaliTHA
Design by Dzignine
21.12.14

Ikutan Lomba Blog Lagi

Hai hai ...
Setengah hari ini saya 'nginap' di tempat kerja. Iya, hari ini hari spesial karena untuk pertama kalinya saya kerja 16 jam di rumah sakit. Tapi ini mau saya sendiri juga, sih. Jadi, ceritanya hari ini saya mendinaskan teman yang masuk pagi, sedangkan saya sendiri masuk sore. Kalau bahasa jawanya sih nerus. Lumayan kan. Gantinya, di tanggal 25 Desember 2014, saya yang harusnya dinas pagi terakhir, jadi bisa libur, leha-leha di rumah sambil melototin tulisan para peserta giveaway saya >> Mengenal Argalitha Lebih Dekat. Masih ada yang belum ikutan? Kenapa? Gak berani ya? Hehe.

Nah, saat rehat siang tadi, saya baru ingat kalau belum nulis untuk ikutan lomba blog kompasiana bareng Kispray. Entah mengapa, kok yaaa tumben banget saya ingin ikutan kontes blog. Biasanya demen giveaway yang saya rasa enteng pengerjaannya. Bebannya lebih ringan. Beban hidup sudah berat, saya tidak ingin rekreasi saya (baca: nulis) ikutan berat juga, hihi. Engg... yaa berat. Kan saya harus bisa menafkahi 8 kucing dan menabung buat masa depan (walau belum banyak-banyak juga sih sampai sekarang >.<)

Keburu-buru juga ngetik tadi. Memang sengaja hari ini bawa si Snow, netbook saya. Maunya cuma buat main games pas rehat, karena kepikiran lomba blog akhirnya yaaa dipakai buat ngetik.

Simsalabim. Jadi juga tulisannya. Fotonya pakai dokumentasi ala kadarnya. Hehe. Untung ada teman yang mau motoin saya. Untung Ndoro Li mau motoin saya pas setrika.

Mau baca? Enggg... boleeeeh bangetz. >> judulnya:


Ada yang ikutan juga? Pasti banyak deeeeh. ^^

Ini keempat kalinya saya ikutan lomba blog skala nasional. Maunyaaa di tahun depan jadi lebih rajin lagi. Belajar deh nulis yang pakai mikir biar pinter dan lulus CPNS #eh Iyaaa ada hubungannya. Intinya cuma menumbuhkan keyakinan kalau bisa menang murni melawan ribuan peserta #tsaaah Kalau mau jadi jawara kan harus belajar menerima kekalahan dan memperbaikinya. Uhuk banget deh bahasanya.

»»  KLIK biar paham...
18.12.14

Jam Tangan yang Menawan


Kini, kebanyakan orang lebih mementingkan penampilan. Tua muda, pria wanita, selalu ingin tampil menarik. Entah karena trend yang diciptakan para selebritis, seperti Syahrini yang tak pernah lupa memakai jam tangan dengan warna yang senada dengan tas bawaannya, sehingga kini banyak orang yang suka memakai aksesoris tangan ini. Jam tangan bukan lagi hanya sebagai alat penunjuk waktu, namun juga sebagai pelengkap dalam penampilan.

Siapa sangka ada banyak orang yang juga suka mengoleksi jam tangan. Jam tangan memang ada yang berharga jutaan dan bahkan mencapai ratusan juta, tergantung bahan dasar pelapisnya, jumlah produksi yang terbatas dan mereknya. Maka tak heran apabila kini yang namanya investasi tidak hanya berupa tanah ataupun logam mulia, tetapi juga jam tangan mewah.


“Tha, lihat deh. Kalau tas ini dipadukan dengan jam ini, bagus gak?” tanya Mbak Is, senior saya. Di jam istirahat, sebagian besar teman memang lebih suka membuka postingan online shop, sekedar cuci mata dan dijadikan incaran kala kantong tebal.

Saya manggut-manggut. “Bagus, Mbak. Tapi kalau tali jam tangannya dari karet, gampang rusak. Mending dari stainless steel, awet dan terkesan elegan.”

“Tapi kan susah membersihkannya ...”

“Kata siapa?” Saya lalu membuka blog saya dan menunjukkan tulisan tentang tips merawat jam tangan. Kemudian saya jelaskan bahwa untuk merawat jam yang terbuat dari stainless steel cukup dibersihkan dengan cara mengusap menggunakan alkohol pada permukaannya. Dengan demikian kotoran seperti debu dan keringat bisa menghilang.

Karena teringat bahwa beberapa waktu lalu saya sempat lihat lihat koleksi jam tangan di Zalora Indonesia, saya pun merekomendasikan pada senior saya tersebut.
beberapa jam tangan kece zalora

salah satu jam tangan zalora yang terbuat dari stailess

“Mbak, saya melihat koleksi jam tangan Swiss Army di Zalora. Keren deh! Siapa tahu suka. Saya buka dulu halamannya ya ...” ujar saya sambil membuka halaman e-commerce terkenal tersebut.

Senior saya memperhatikan dengan seksama. Rupanya ia tertarik. Apalagi Zalora sudah termasuk e-commerce terpercaya. Terbukti dari garansi 30 hari pengembalian dan ada sistem cash on delivery alias bayar di tempat. Jadi tidak perlu khawatir kalau barang tidak sampai. Kalau barang sudah di tangan, baru bayar.

"Kalau yang warnanya kuning, ada gak ya? Kan lagi naksir tas kuning, biar nanti matching ..."

"Engg ..." Saya garuk-garuk kepala. "Cari sendiri deh, Mbak. Nih ..."

Sang senior kemudian asyik main internet. Sayangnya, semenit lagi jam istirahat berakhir. Kira-kira incarannya bisa ditemukan atau tidak, ya? Kalau tidak, pasti dia jadi penasaran. Hihi ...

»»  KLIK biar paham...
16.12.14

Cara Memberi Nama Kucing

Beberapa bulan kemarin, saya sempat kehabisan ide dalam memberi nama kucing. Maklumlah, Bora yang hobi beranak membuat saya kelabakan dengan jumlah keluarga meong yang terus bertambah. "Dikasih nama apa lagi, yaaa?"

Sudah mengenal keluarga meong saya? Kalau belum, silakan kenalan dulu dengan membaca kisah keluarga meong agar semakin saya pada pemilik mereka.

Beruntung saya memiliki cara dalam memberi nama kucing. Lumayan membantu. Saya kurang menyukai nama-nama yang terlalu asing dan sulit dihapal, mengingat jumlah kucing saya yang pernah mencapai hampir 20 ekor. Bayangkan saja bila namanya Pussy, Namora, Angel, Molly, Nessi ... waduh, ribet!

Cara saya dalam memberi nama kucing ialah dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Lafal nama
Kucing saya seringkali beranak kembar, lebih dari 3 ekor. Agar tahu kalau mereka bersaudara, saya menamainya mirip-mirip. Misalnya: Bora dan Boni.
Bora (yang hitam) dan Boni (yang kuning) dalam dekapan induknya, Cantik

Atau saat kembar 4 dan saya memanggilnya "Kuarted". Terdiri dari: Rika, Rita, Riki dan Riko.
kuarted

2. Warna bulunya
Sebenarnya, cara termudah memberi nama kucing adalah dengan memberi nama sesuai warna bulunya. Maka tidak heran apabila banyak yang menamai kucing mereka dengan nama Putih, Hitam, Belang, dan sebagainya.

Anaknya Bora terakhir yang usianya 4 bulan, saya namai Sapi. Nama ini terinspirasi dari warna totol hitam pada badan putih mulusnya sapi si penghasil susu itu.
warna bulunya seperti sapi

3. Ciri Khasnya / Kebiasaannya
Kucing itu sama seperti manusia, punya kebiasaan dan kepribadian masing-masing. Pernah lihat kucing yang hobinya tidur? Atau doyan manjat? Atau suka gigitin kaki? Kalau ada kucing begitu, saya namai dia SiusilKenakalan kucing saya termasuk standart, jadi sejauh ini belum ada yang saya namai demikian.

Paling-paling saya namai sesuai ciri khasnya. Misalnya Sasa, anakan kucing yang merupakan kembaranannya Sapi, saya panggil Belo' karena mata besarnya yang bagai melotot.
belo' matanya paling besar, hobi melotot

4. Mengambil nama orang-orang sekitar
Kadang kalau sudah kehabisan ide, saya pakai nama orang-orang di sekitar saya. Kebanyakan pakai nama teman-teman kantor yang sekiranya tak berkunjung ke rumah. Kalau pakai nama teman akrab yang hobi main ke rumah kan bahaya, saya manggil kucing saya eh mereka yang noleh dan menyahut, hihi.
tebak siapa nama si kuning imut ini?

Seperti pada kembaran Sapi yang lain ini. Si bulu kuning kecoklatan ini namanya Supia. Awalnya bernama Supii karena saya kira cowok. Eh karena ternyata cewek, namanya ganti Supia deh. Hihi. Untung Mas Supii, teman kantor, sekarang jarang ke rumah. Coba kalau pas dia datang dan saya panggil, "Pi'i... Pi'i..." kira-kira yang menyahut siapa ya?

Kalau kalian, bagaimana cara kalian menamai hewan peliharaan? Seperti cara sayakah?
»»  KLIK biar paham...
15.12.14

Rafting Seru Sungai Kromong

Wihiii...
pose sama Mama sebelum bus berangkat
Kemarin, Minggu (14 Desember 2014) saya rafting sama Mama. Iyaaa, padahal pada postingan lalu saya bilang kalau gak pernah nulis Jelajah lagi karena tidak pernah jalan-jalan lagi. Eh kok yaaa Sabtu-nya diminta kepala ruangan ikutan even outbound tahunan. Mama juga maksa saya ikut, alasannya biar ada yang jagain Mama. Hiyaaa... padahal udah janji mau ikutan acara temu blogger di Surabaya. Gimana yaaa? Akhirnya biar gak dicap anak durhaka, saya memilih ikut acara rumah sakit saja.

Acara dimulai dengan kumpul jam 6 pagi di halaman rumah sakit dr R. Soedarsono Kota Pasuruan. Karena bangunnya agak kesiangan, saya cuma sempat gosok gigi, wudhu, sholat, ganti baju dan berangkat. Hihi. Ya maaf kalau nanti ada yang mual muntah pas ngebau badan saya. Apa daya waktu mepet, yang penting kan gak telat datang. Toh nanti juga basah-basahan, lumayan lah anggap saja mandi di kali.

Jam setengah 7, 3 bus berangkat membawa 150-an karyawan rumah sakit menuju Base camp rafting Obech yang ada di kawasan Wisata Alam Bandulan, Pacet, Mojokerto. Perjalanan dari Pasuruan memakan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di area perbukitan yang dikelilingi pohon cemara yang cukup tinggi itu, jadinya sepanjang perjalanan saya tiduran dulu. Bangun-bangun, badan kan jadi fresh dan siap lahir batin untuk main-main.

seragam wajib untuk outbound
Saat melintasi Pos Polisi Pacet, bus diminta berhenti. Penumpangnya pada komentar karena perjalanan terhambat. Otomatis saya terbangun, dijawil senior karena diminta menemaninya buang air kecil di kamar mandi Pos Polisi. Eh itu Polsek deh kayaknya. Maaf ya saya lupa. Pokoknya masih 1 Km lagi untuk sampai Obech.

Pak Polisinya bilang kalau lebih baik rombongan kami dikawal polisi. Soalnya jalannya naik-turun serem gitu, kalau dikawal Polisi jadinya lebih aman. Tapi berhubung panitia emoh mengeluarkan anggaran kawalan polisi, jadinya kami dioper naik angkutan umum. Asyik! Semilirnya angin yang menerpa wajah memupus rasa cemas kami pada jalanan yang landai.

Mama di pintu masuk Obech
Jam 10-an kami sampai di pintu masuk Obech. Mama minta pose dulu. Siplah, untung anaknya ini punya bakat fotografi. Engg... jangan-jangan Mama minta saya ikut bukan buat ngawal, tapi buat jadi tukang foto, yak? Haha.

Obech punya fasilitas yang lumayan lengkap. Selain kantor administrasi, ada pendopo untuk tempat makan, sejumlah kamar mandi yang bersihdan eksotis, mushola di alam bebas, serta fasilitas bermain outbound yang luas untuk flying fox, camping ground dan lainnya. Kami dari bus 1 yang baru datang, diminta istirahat dahulu lalu melakukan pemanasan untuk langsung rafting. Uwow! Sedangkan sisanya dari bus 2 dan 3, main-main dulu di halaman Obech yang luas. Selamat bermain! Saya main air dulu yaaa...
area Obech luas banget
sebagian outbound, sebagian lainnya rafting
Kami menggunakan sungai Kromong sebagai area rafting. Sungai permanen ini mempunyai grade 2-3 yang hampir 90 % penuh jeram, berhawa sejuk, dan pesona alamnya sangat eksotik. Itulah mengapa banyak yang pacaran di sisi sungai ini. Kebanyakan adalah para cabe-cabean dan terong-terongan. Haduuuh... anak muda zaman sekarang. Modal dikit dong, rafting kek kayak saya, kan cuma 199ribu per orang. Hihi, padahal saya rafting ini juga gratisan sih.

Sebelum menuju sungai Kromong, kami diminta memakai helm dan jaket pelampung. Kalau para pengarung jeram profesional memakai peralatan yang lengkap, kami cukup pakai 2 alat ini saja. Ini saja sudah ribet, para senior udah ngomel, “Beraaat... Aduh kok berat gini?” Termasuk Mama saya yang jaket pelampungnya kekecilan. Eh ini jaketnya kekecilan atau badannya yang kebesaran? Hihi. Kalau rafting pilih helm yang bagus dan berbunyi KLIK saat pengaitnya disatukan ya. Ini kunci keamanan, karena siapa tahu ada benturan di kepala jadinya masih aman karena terlindungi helm.


Walau sungainya dekat dengan base camp Obech, tapi untuk menuju titik poin kami harus naik pick up. Kan air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, jadi naik ke perbukitan dulu. Setelah 10 menit perjalanan, sampailah kami di suatu tempat. Karena mobil tidak bisa mendekat ke lokasi start, kami kudu jalan kaki menuruni tebing terjal. Harus hati-hati agar tidak tergelincir dan terjatuh ke jurang sedalam lebih dari 30 meter.


Tahu gak apa fungsi pemanasan sebelum rafting? Biar gak ngos-ngosan jalan menurun melewati jalan setapak. Pemandangan sepanjang perjalanan menuju tepi sungai Kromong indah banget loh. Rasa capai jadi berkurang dengan mengagumi keindahan alam. Apalagi jalannya ramai-ramai, sambil ngerumpi eh gak kerasa udah nyampai aja.

semangat! turun bukit untuk menuju sungai
sebelum rafting, pose dulu sama tim besar

Para trainer sampai start terlebih dahulu. Mereka lalu menggembungkan boat self bailing dengan pemompa agar bisa dinaiki. Ini tipe perahu dari karet tebal yang dilengkapi dengan lubang-lubang pembuangan air, sehingga kalaupun air masuk dalam perahu tidak akan menggenangi lantai perahu. Nah, setelah perahu penuh angin, para trainer menyeret perahu masing-masing ke tepi sungai, lalu meminta 3 peserta naik ke perahu.


trainer seret perahu
Karena anggota saya adalah Mama yang usianya setengah abad dan Bu Anis yang usianya 58 tahun, otomatis sebagai anggota termuda saya duduk di depan sendirian. Yang duduk di depan harus mahir menjaga keseimbangan agar perahu tak mudah terbalik. Untungnya saya pernah ikutan rafting di Probolinggo, jadi ada pengalaman lah, gak takut-takut amat. Yang penting duduknya nyaman, kedua tangan erat berpegangan pada kedua tali di sisi kanan-kiri saya.

Untuk yang duduk di belakang saya, sisi kanan ada Mama yang kudu pegang tali di sisi kanannya dan tali di depannya. Bu Anis juga wajib berpegangan erat pada tali di depannya dan tali di sisi kiri. Kami harus mendengarkan aba-aba Teguh. Saat perahu terhenti karena terganjal batu, kami harus menggoyangkan perahu agar mau jalan lagi. Ketika ada turunan yang cukup seram, kami harus melakukan posisi boom yakni duduk jongkok dan tubuh condong ke belakang. Kompak itu keharusan, kalau tidak mau perahu terguling seperti pada tim di depan kami.

Arus sungai Kromong yang cukup deras membuat kami tak perlu memakai dayung. Hanya trainer kami yang bernama Teguh yang mendayung untuk membantu perahu agar tidak nyangkut pada bebatuan. Nah, sepanjang perjalanan mengapung di sungai, seru banget! Walau harus berpegangan rapat pada tali, teriak-teriak dan boom berkali-kali tapi benturan perahu pada bebatuan tidak membuat kami ketakutan, malah ketagihan.

posisi boom untuk area turunan seperti ini
seru banget kan?

nyemil di rest area
Lamanya rafting ini sekitar 2 jam. Di pertengahan jalan, kami berhenti di rest area  dan nyemil jemblem plus teh hangat. Jemblem ini camilan tradisional yang terbuat dari singkong yang dilumatkan, dibubuhi gula merah di tengahnya, dikepal, kemudian digoreng. Enaknya nyemil yang hangat-hangat saat kedinginan... Nah kan benar, walau berangkatnya gak pakai mandi yang penting kan akhirnya mandi juga di kali, hihi.

Perjalanan di lanjut lagi. Seru-seruan lagi di kali sambil ngelihatin anak-anak abegeh yang pacaran, itu disuruh sama Teguh, trainer kami yang usianya 22 tahun. Soalnya kata dia, siapa tahu ada tetangga atau anak saudara yang nyasar di mariii ...

yay! ini tim saya! Jepretan Mas Riski.
mushola di tengah kebun bunga
Rafting kelar, acara makan di pendopo Obech dimulai. Tapi kami bersih diri dulu, ganti baju, sholat lalu pose di bunga-bunga. Bagi yang tidak membawa baju ganti, bisa loh beli kaos Obech, harganya 75 ribu. Ihiy! Perut lapar jadi kenyang usai menikmati sajian sederhana semacam nasi krawu, lele dan wader goreng, peyek kacang dan semacamnya.

Saat rafting, ada kru pendokumentasinya. Kami bisa membeli file-nya dengan harga 20ribu per file. Mahal ya, itu hanya berupa file dan tidak bisa dicetak di tempat. Untung sepanjang acara saya dekat-dekat dengan Mas Riski, jadinya kejepret terus dan punya file-nya dengan gratis, haha. Makasih ya Mas Riski. Sampai berkorban ribet nyimpan di tas plastik, kehabisan baterai dan berkali-kali dipanggili cuma buat minta difoto.

Oiya, waktu saya lihat-lihat foto tim saya di komputernya Mas Fotografernya Obech, beliau bilang ke Mama, "Foto ini bagus, Bu!" sambil nunjuk muka Mama di foto. "Oiya, Adik yang ini mana?" tanyanya sambil nunjuk foto saya di layar komputer.
selfie emak-anak

"Lah ini ..." Mama menoleh pada saya yang tepat berada di sebelahnya.

Mas Fotografer mengernyit. "Masa sih? Kok beda? Manisan saat rafting tadi. Apa karena senyumnya ya?"

Uhuk! Sakiiit hati saya mendengarnya. Tuh kannn, tahu gitu gak mandi. Kalau saya mandi kan hasil akhirnya begini, kecantikan memudar. Haha.

Kami melenggang pergi dari Obech menjelang Maghrib. Untung deh jalanan gak macet, jadi nyampai Pasuruan jam 8 malam. Eh pas ketemu satpam, dikabari kalau ada 2 paketan buat saya. Iya, biasanya kalau pengirimna via JNE ampainya ke rumah sakit, soalnya alamat rumah saya tuh ribet, maklum di pinggiran kota. Terus bergegas pulang, ganti baju, leha-leha bentar dan berangkat lagi ke rumah sakit soalnya dinas malam. Capai sih, tapi ya mau bagaimana lagi. Untungnya pasiennya gak terlalu banyak jadi masih sempat tiduran 2 jam di ruangan, hehe.

Serunyaaa rafting sama Mama! Kalau kalian sudah pernah rafting, belum?


»»  KLIK biar paham...
7.12.14

Cara Mendapat Novel Gratis via Goodreads


Sudah baca : Cara Mendapatkan Novel Gratis dari Inggris ? Iya, untuk ketiga kalinya saya dapat buku dari Goodreads (mari kita singkat : GR). Saya anggap ini kejutan, karena tidak disangka dan tiba-tiba bukunya datang ke rumah. Untuk pengiriman pertama kali sih di-email oleh penulisnya sendiri. Kebetulan saat itu saya memang dapat 2 novelnya Cathy E. Zaragoza. Ia minta dikabari kalau paketannya sampai. Karena pakai FedEx, ekspress... Seminggu sudah mendarat di Jogja. Kalau yang selanjutnya, mungkin di-email juga. Sebab email yang saya pergunakan untuk mendaftar GR tidak pernah saya cek lagi, ketumpuk pemberitahuan facebook. Uuhhh... sesak.

Kebetulan saya tidak pernah mendapat yang karya bangsa kita sendiri. Karena lagi-lagi, dapat buku gratis dari GR itu berdasarkan LUCKY. Kalau bilang sudah berusaha tapi gak pernah dapat buku gratis sama sekali (baik yang impor maupun yang lokal), saya tanya dulu mencobanya berapa kali? Saya mah tiap 3 bulan sekali main ke GR cuma buat ikutan giveaway dan saya KLIK SEMUA Giveaway-nya. Haha. Jadi... bukan hanya berdasar faktor keberuntungan, tapi memang dari faktor USAHA. Juga doa.

Berikut ini saya tunjukkan tata cara berburu buku gratis di Goodreads ya. Silakan diikuti:

Pertama, silakan LOG IN. Boleh langsung dihubungkan dengan akun facebook yang kita miliki. Boleh juga via email, jadi kalau menang bisa baca pesannya yang dikirim via email.

Selanjutnya, klik giveaway-nya di goodreads.com/giveaway. Pilih deh buku mana yang dikehendaki. Ada novel, kumpulan cerpen dan sebagainya.



Jangan lupa lihat area jangkauan kirimnya. Untuk yang menggunakan bahasa Indonesia bertulis: "Countries available: ID"



Di situ juga tertulis jangka waktu giveaway, stok buku yang dibagi dan jumlah mereka yang memperebutkannya.

Klik ENTER to WIN. Selanjutnya halaman akan membuka ke pemilihan alamat kirim. 



Perhatikan cara penulisan alamat. Walau tanpa nomor telepon, nyampai kok. Tenang saja.

Kalau sebelumnya telah menuliskan alamat saat pendaftaran GR, tinggal KLIK Select this Address. Gampang kan? Kalau mau kirim ke alamat lain, silakan ketik alamatnya pada bagian seperti di bawah ini:

Isi semua, lalu klik add address ya. Kemudian muncul:



Nah, di bagian ini yang sering terlupa. Jangan lupa centang, ya. HARUS 2 CENTANG. Setelah itu klik ENTER TO WIN.


Selesai. 

Selamat menunggu siapa pemenangnya. Mungkin kalian akan seperti saya: tidak tahu siapa pemenangnya eh tiba-tiba ada paketan novel gratis. Alhamdulillah ...

Enggg... tapi daripada menunggu tak jelas, mending ikutin giveaway terbaru saya >> www.argalitha.pw/2014/11/giveaway-mengenal-argalitha-lebih-dekat.html. Kan lebih enak beli sendiri pakai uang dari ngekuis, sama-sama gratis, hehe.

»»  KLIK biar paham...

Riwayat Kopi Darat

Dulu... istilah kopi darat artinya tatap muka secara nyata dari 2 orang atau lebih yang sebelumnya hanya berinteraksi lewat chatting via MIRC, messanger dan sebagainya. Sekarang...karena ngeblog juga bisa dilakukan oleh semua kalangan, istilah kopi darat (nama bekennya KOPDAR) menjadi ritual rutin para blogger. Termasuk saya, yang entah pantas disebut blogger atau tidak, hihi.

kopdar pertama dengan mereka :')
Pertama kopdar saat saya masih merantau GakJelasgituu di Jogja. Saat itu ada acara komunitas Tangan di Atas (TDA) dengan Freelancer.co.id. Ya mumpung free, saya mengajukan diri untuk ikut serta. Dengan nebeng Mbak Phie Jatuasri, sampailah kami di Edu Hostel Jogja. Eh di sana kami juga bertemu dengan Mbak Lies Wahyuni, Mbak Ika Koentjoro, dan Mbak Reni Judhanto. Rumpiii deh, hihi. Ih seru ya ketemu Ibu-Ibu-Kece^^

Hampir semuanya bikin postingan tentang kegiatan ini. Lha saya kok enggak? Ngapain aja sih saya? Mentang-mentang udah ngetwit, sok banget gak bikin postingan, wekekek. Zaman 2012 adalah zaman saya masih alay bin lebay bin GJ. Yaa sampai sekarang, sih kalau GJ-nya. >.<"

Yang mau lihat video-nya, ada di https://www.youtube.com/watch?v=lrII7fUNrH8 Monggooo...carilah di detik mana kami tampil, hihi.

sama Mbak Lianny, kopdar kedua
Kopdar kedua dengan Mbak Lianny Hendrawati di Juni 2013. Waktu itu saya sudah hijrah ke Pasuruan dan kembali ke jalan yang lurus. Kebetulan Mbak Lianny memenangkan salah satu giveaway yang saya adakan, jadi sekalian saja kopdar dan antar hadiahnya. Beliau aslinya Jember, berhubung lagi pulang kampung ke rumah ibunya, ketemuan deh. Baru tahu loh kalau beliau itu kakak kelas saya waktu SMA. Yaaa jaraknya jauh banget sih, sekian tahun, hehe.

Mbaknya ini imut walau putra-putrinya udah banyak. Kok bisa ya? Apa tips awet mudanya Mbak? Banyak senyum dan nikmati hidup dengan selalu bersyukur yaaa^^
kopdar ketiga sama Ina
Kopdar ketiga dengan siii Ina Rakhmawati. Tahun 2013, saya ujian TKB CPNS di Kota Surabaya. Pas baca-baca nama peserta, kok kayaknya kenallll... Tuh bener kan, itu mah si Ina. Kami akhirnya janjian ketemuan, biar gak penasaran.

Baca tulisan-tulisan Ina di blognya bikin saya ngiriiii pengen keluar Jawa. Apalah daya anak perempuan lajang ini, Mama tak meridhoi sebelum punya suami. Enggg... suami, mana suami? 

Inaaa... dia udah lulus CPNS di Bogor, sebagai guru BK. Selamat Say^^ Ikut senengggg... Jadi makin semangat buat CPNS tahun depan! Kudu lulus, InsyaAllah ...

Yang kopdar keempat....lebih seru lagi! Soalnya rame-rame, bertemu dengan buanyuak orang baru. Iyaaa... buanyuak! Di mana lagi kalau bukan di 
Peluncuran Buku Inspiratif: Trilogi Kebangkitan.
 Tebak deh, acara siapa iniii? Yang benar dapat hadiah ucapan: Selamat! 

kopdar keempat rame-rame

Betcullll! Ini acaranya Pakdhe Cholik. Kalau penasaran dengan acara di tahun 2013 itu, monggo baca tulisannya Pak Ustadz AM Azzet deh. Waktu itu saya masih punya Semi, jadi melalang buana sampe nyasar sih gak masalah. Eh sekarang kan udah ada Shiro, kapan-kapan jalan-jalan ke Surabaya sendirian kalau STNK udah keluar^^
sama Mbak Muna sang momtraveler ituuuu... satunya itu Sari-kah? *lupa* >.<"
jabatan tangan Pakdhe erat dan hangat banget^^
Tahun 2014 ini saya jarang ke mana-mana. Bayangin, kalau tahun 2012 dan 2013 saya masih sempat bikin tulisan Jelajah karena mbolang ke mana-mana, tahun ini cuma kerja dan santai-santai di rumah. Tapi kok yaaa Alhamdulillah, masih bisa kopdar dengan 2 orang spesial. Siapaaa hayooo?

kopdar kelima
Kenal Dwiexz Someo? Berkali-kali pending ketemuan dengannya. Awalnya janjian ketemu saat kopdar Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) di Sidoarjo, tapi batal karena saya 'terbang' ke Banyuwangi. Nah beberapa minggu lalu, mumpung saya pengen main ke Surabaya lagi, saya janjian lagi dengannya di Gramedia. Walau awalnya saya kudu muter-muter dulu menemani Ndoro Li silaturahmi ke sepupunya dan nengok rumah, masih tersisa waktu 1/2 jam ngobrol dengan Dwiexz Someo. Lumayanlah.

Dwiexz Someo ini hobi dijepret ya? Saya baru tahu kalau ada yang lebih narsis dari saya, hihi. Sayangnya saya lupa minta soft copy-nya. Kok gak poto-pake-HP-sendiri ya? Saya lupa. Saking senangnya, jadi bingung mau ngapain. Yaaa walau saya sempat sedikit berceramah tentang cara nulis saya, sih. Sok banget deh, kayak tulisan saya bagus aja, haha.

kopdar kemarin
Yang terbaruuu...kemarin saya ke rumah Mbak Irowati yang punya bisnis kerajinan tangan berupa bross dan segala macamnya. Saya pesan 2 dus, dibawain segitu sih padahal 100 biji itu saya kira muat dimasukin tas kresek, hihi. Terima kasih ya Mbak, moga saya cepat nikah. Tapi masih belum tahu kapan, sih. Kapan ya? Persiapan dulu deh.

Sempat JLEB waktu kemarin Mbak Iro langsung nanya ke Ndoro Li, "Nikahnya tahun 2015 tanggal berapa, Mas?" JLEB kedua setelah pertanyaan, "Kamu kok gak nikah-nikah sih?" dari Dwiexz Someo waktu kami kopdar. Ini kok tiba-tiba jadi rencana tahun 2015? Waduh ... cepet amat. Saya kan masih 25 tahun. Engg...iya sih teman-teman saya udah pada punya anak semua, saya malah punya 8 anak kucing. Wing.

Waaah pokoknya saya senang sekali saat kopdar ^^
Walau banyak yang bilang kalau saya-kecil, tapi yakinlah kalau hati saya besar.

Tahun depan, kopdar ama siapa yaaa? Sama kamu yang lagi baca postingan ini aja yaaa...

»»  KLIK biar paham...
5.12.14

Cara Mendapatkan Novel Gratis dari Inggris


Alhamdulillah...
baru saja Pak Pos mengantarkan sebuah novel dari Inggris. Judulnya "Eden at the Edge of Midnight", penulisnya John Kerry. Ini ketiga kalinya saya dapat buku berbahasa asing dari Goodreads.

Sepertinya, Desember memang bulannya saya dapat buku gratis dari Inggris. Soalnya tahun lalu juga kebagian di bulan akhir tahun. Boleh lah simak kisahnya di sini >> http://www.argalitha.pw/2013/12/hadiah-novel-inggris-dari-goodread-lagi.html


novel gratis ketiga kalinya dari Inggris

Novel yang datang kali ini dibungkus tidak seribet tahun lalu. Cukup dengan plastik tebal dan didalamnya ada plastik bergelembung yang suka kita pitas saat iseng #abaikan. Dikirim oleh kantor pos British (Pak Pos nulisnya gitu) menggunakan Royal Mail pada 12 November 2014, biayanya £ 7,45.  Satu Pound Sterling itu setara berapa rupiah yaaa? Ah mending tak perlu dipikir, hihi. Kalau harga bukunya sendiri £ 9,99 UK / $ 12,99 US / $ 18,99 AU / Rp gratis rupiah.

Nah butuh waktu 3 minggu untuk sampai di Pasuruan, saya harus bayar biaya tanggungan sebesar 8000 rupiah. Pajak negara kudu dibayar ^^ Walau gratisan tapi kalau masuk negara kita ya ada pajaknya.

"Dear Artha,
Congratulation on winning a signed copy of Eden at the Edge of Midnight. I do hope you enjoy reading my book and I look forward to hearing what you think of it.

Best wishes
John Kerry"

Enggg ... baiklah. Saya bingung harus komentar bagaimana. Masalah baca, saya lumayan bisa walau kudu bolak-balik buka buku sakti (kamus), nah caranya nge-review itu bagaimana? EYD saja belum mahir, apalagi penulisan english grammar? Ngik.

Eniwei ...
Banyak yang bertanya bagaimana caranya mendapatkan buku gratis dari Inggris, baik itu novel dan sebangsanya. Cara termudah dan termurah tentu menggunakan Giveaway di goodreads, sebagai first reader. Klik saja https://www.goodreads.com/giveaway dengan catatan sudah memiliki akun goodreads terlebih dahulu. Cara bikin akunnya mudah kok, saya sign in menggunakan akun facebook saya. Pakai email juga bisa.

Nah, setelah muncul halaman Giveaway, pilih buku yang dikehendaki, lalu klik "Enter to win".

Cek dulu apakah penyedia giveaway mau kirim ke seluruh dunia? Kalau tertulis "Countries available: US" artinya hanya mau mengirimkannya pada peserta dengan domisili Amerika Serikat. Jadi baiknya kalian pilih yang tulisannya >> "Countries available: US, CA, and GB more"

Bukan hanya tersedia buku-buku berbahasa asing, banyak juga kok buku karya negara kita. Buku-buku berbasa Indonesia jumlahnya masih 1:100 sih kalau dibanding dengan yang berbahasa asing. Harap maklum, dari nama webnya saja kan sudah berbahasa Inggris. Coba deh cari yang tulisannya: Countries available: ID pasti itu buku-buku berbahasa kita. Kalau gak di halaman 1, ya halaman 2. Atau mungkin di halaman 3 dan seterusnya^^

Ikuti sebanyak-banyaknya. Karena masih berdasar faktor lucky maka tidak berarti bisa dengan mudah mendapatkannya. Yup, lagi-lagi faktor keberuntunganlah penentunya. Engg.. plus faktor takdir.

Selamat mencoba^^

NB: UPDATE CARA 'MAIN' GOODREADS >> http://www.argalitha.pw/2014/12/mendapat-novel-gratis-goodreads.html


Bagi yang mau modal untuk beli buku, ikuti giveaway saya di www.argalitha.pw/2014/11/giveaway-mengenal-argalitha-lebih-dekat.html. Saya tunggu hingga 25 Desember 2014 jam 10 pagi. Tet!
»»  KLIK biar paham...