15.2.15

Penjahit Nomor Satu


“Ayo dicoba lagi ...”

hasil jahitan Mama yang terbaru
Untuk kesekian kalinya saya mencoba potongan kain yang belum dijahit sempurna oleh Mama. Melihat yang saya kenakan pas di badan, senyumnya mengembang. Dimintanya saya sedikit berputar, mengecek mana yang kurang. Setelahnya, Mama mengangguk-angguk dan bertanya, “Suka?”

“Bangeeet!”

Setelah saya melepasnya, Mama segera duduk menjahit hingga terbentuklah pakaian yang apik. Saya hanya bisa memandangnya, lalu ikut tersenyum bahagia melihat wanita yang saya cinta melakukan sesuatu yang disukainya. Profesi Mama bukan penjahit, namun berkreasi dengan kain dan benang sudah menjadi bagian dari dirinya.

Mama pernah bercerita bahwa saat saya bayi, Mama menjahit sendiri pakaian untuk tubuh mungil saya. Ada yang dari kain katun, ada yang dari kain strimin yang diberi hiasan sulaman dari benang wol. Telaten, kata itulah yang pas untuk menggambarkan sosok Mama. Juga kreatif, karena tak semua ibu sanggup membuat sesuatu yang bisa dipakai buah hatinya. Ada banyak gamis, rok dan celana yang dibuat Mama untuk saya.

Dahulu, sebelum punya mesin jahit, Mama sanggup menjahit menggunakan jarum dan benang yang dimainkan dengan tangannya sendiri. Berkali-kali jarinya tertusuk dan berdarah, tak membuatnya putus asa. Saya yang belum begitu mahir menjahit, hanya bisa membantu dengan membuat  jahitan jelujur sebisa saya yang kemudian jahitannya dipatenkan Mama. Pun membuatkannya kopi, minuman favoritnya.

Begitu menjahit, Mama  seakan lupa waktu. Saking asyiknya hingga jam tidur malamnya berkurang. Begadang, padahal paginya harus kerja. Karena kasihan melihat Mama yang kantung matanya kian tebal, saya memintanya menghentikan aktivitas yang disukainya itu. Mama menurut, tapi hanya sementara. Karena ketika Mama melihat saya suka menghabiskan uang untuk membeli pakaian, Mama pun kembali menjahit. Kemudian saya dan Mama membuat perjanjian batas jam malam duduk di depan mesin jahit.
 
Mama dan mesin jahitnya
Mama tak hanya pandai menjahit pakaian. Hati saya pun dijahit olehnya. Ketika hati saya terluka karena sikap para senior di awal-awal saya bekerja, Mama yang menyembuhkannya dan membuatnya indah kembali. Mama selalu berpesan agar selalu ikhlas dalam melakoni segala pekerjaan, tak perlu saling iri dengan rekan kerja dan terpacu untuk terus melakukan perbaikan hingga mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Mamalah yang membuat saya kembali semangat bekerja, pun mencintai profesi.

Sewaktu saya patah hati karena lelaki, Mama yang menyatukan pecahan hati saya yang terserak. Mama yang terus mengingatkan bahwa jodoh terbaik akan datang pada saat yang tepat. Mama menjahitnya dengan penuh kasih sayang. Mengajak saya jalan-jalan, berbelanja, berkebun, sholat jamaah di masjid dan beragam aktivitas lain yang membunuh waktu juga kenangan pahit di hati ini. Hingga perlahan, hati saya terjahit sempurna tanpa luka yang menganga.

Melihat Mama yang rajin menjahit, saya jadi bisa belajar banyak hal. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang pantas untuk diri kita membutuhkan suatu keikhlasan dan kesabaran. Tidak perlu takut untuk mencoba dan terus belajar, karena hasil yang terbaik dalam hidup selalu diperoleh melalui kerja keras. Saya jadi memahami alasan Mama untuk terus menjahit, aktivitas ini membuat kedekatan kami kian rekat. Menjahit menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dan tidak malu mencoba.

Mama adalah penjahit nomor satu di dunia. Apa yang Mama lakukan membuat cinta terjahit rapi dalam hati. Pakaian yang dijahit Mama tak hanya nyaman dipakai, namun juga membuat hati damai karena terisi kasih Mama yang tiada henti. Adalah benar apabila cinta kasih Mama sebesar dunia. Segala yang dilakukannya hanya untuk kebaikan buah hati, walau terkadang sampai lupa memikirkan diri sendiri.

Mama, terima kasih untuk semuanya. Aliran cintamu yang tak berujung membuat Artha malu sendiri karena pernah merekatkan nama seseorang dalam hati. Seseorang yang akhirnya membuat hati ini rusak dan mengharuskan Mama menjahitnya. Padahal mestinya, hanya nama Mama yang terukir kuat. Nama pemilik tangan yang mampu menjahit segalanya dengan halus nan tulus.

Artha sayang Mama.




»»  KLIK biar paham...
1.2.15

Ringkasan Pesan Umum Gizi Seimbang


Beberapa waktu lalu, saya mengikuti even #10hariNonstopNgeblogGizi. Seruuu...! Sedikit banyak saya kembali belajar tentang Pesan Umum Gizi Seimbang dimana pesan ini berlaku untuk masyarakat umum dari berbagai lapisan, yang dalam kondisi sehat. Untuk yang dalam kondisi sakit, pesan ini juga bisa dijalankan, misalnya pada pasien pasca operasi dimana butuh makanan tinggi protein. Apabila pesan-pesan ini dilakukan dengan benar maka berdampak kesehatan yang terus terjaga dan berat tubuh proporsional. Monggo deh dibaca cuplikan tulisan yang saya copy dari blog www.ceritabidan.com.

Keanekaragaman pangan adalah anekaragam kelompok pangan yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan air serta  beranekaragam dalam setiap kelompok pangan. Masyarakat kita terbiasa makan dengan lebih dari satu jenis makanan. Walau dalam kondisi kekurangan sekalipun, masyarakat kita pasti makan dengan makanan pokok yang disertai lauk. Misalnya makan dengan sepiring nasi dan lauk tempe goreng. Atau makan sagu dengan sayur daun singkong. Atau mungkin makan singkong rebus dengan kacang rebus. Selalu ada kombinasi, karena sejak dini masyarakat kita telah terdidik dengan anekaragam makanan untuk dikonsumsi.

Makanan yang cukup menjamin kelanjutan hidup manusia. Kata “cukup” ini bisa ditilik baik dari segi kualitas maunpun kuantitas. Dari segi kualitas, masyarakat kita memikirkan juga bagaimana gizi makanan yang dikandung. Sedangkan dari segi kuantitas dinilai dengan menggunakan Parameter Tingkat Konsumsi Energi (TKE) dan Tingkat Konsumsi Protein (TKP). Bila kedua hal tersebut terpenuhi, niscaya tidak akan ada masalah dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

Baca selengkapnya di ... >> Indonesia Surganya Anekaragam Makanan 


Selain sebagai sumber serat sehingga dapat menangkal sembelit, konsumsi sayur dan buah dalam jumlah yang cukup dapat juga membuat tubuh kita sehat nan kuat. Kandungan antioksidan di dalamnya menangkal zat radikal bebas yang dapat menimbulkan beragam penyakit (yang paling membahayakan adalah kanker) sehingga kebugaran tubuh terjaga. Selain itu, buah dan sayur merupakan makanan yang kaya vitamin dan mineral, yakni zat yang berguna untuk menormalkan fungsi tubuh kita. Semisal vitamin A yang baik untuk mata, vitamin C yang menambah daya kekebalan / imunitas tubuh, kalsium dan fosfor yang berguna untuk pertumbuhan tulang dan masih banyak lagi lainnya.

Perbanyak makan sayur dan cukup buah adalah hal yang utama. Bagi yang menginginkan memiliki tubuh proporsional, dapat mengubah cara makannya menjadi lebih sehat dengan mengurangi lemak. Ubah saja kebiasaan menyemil dengan menggantinya dengan menikmati oseng-oseng kangkung, atau dengan menyantap segarnya salad buah yakni aneka potongan buah dengan saos mayonaise di atasnya. Boleh juga dengan menyertakan rebusan daun bayam, sawi atau kangkung di samping sambal yang kita buat. Atau selalu menambahkan potongan buah dalam air putih yang kita konsumsi, infused water istilahnya. Niscaya, beragam cara mudah yang kita lakukan untuk mengkonsumsi banyak sayur dan cukup buah membuat nikmatnya makan akan bertambah dan kesehatan tetap terjaga.



Memang benar, konsumsi pangan masyarakat masih belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Hasil penelitian Riskesdas 2010 menyatakan gambaran kualitas protein yang dikonsumsi rata-rata perorang perhari masih rendah karena sebagian besar berasal dari protein nabati seperti serealia dan kacang-kacangan1. Masyarakat kita terkadang hanya mengkonsumsi protein hewani dalam masa-masa tertentu, seperti saat lebaran, karena dianggap makanan demikian hanya makanan mahal dan bisa disajikan di saat penting saja. Anggapan demikian salah kaprah. Makan daging ayam, daging kambing, daging sapi itu bisa kapan saja. Dan protein hewani juga bukan hanya bersumber pada daging, namun juga ada pada panganan laut seperti ikan, kerang, serta cumi-cumi. Sumber hewani ini jauh lebih murah dan kandungan proteinnya juga tinggi.

Protein hewani mempunyai asam amino yang lebih lengkap dan mempunyai mutu zat gizi yaitu protein, vitamin dan mineral lebih baik, karena kandungan zat-zat gizi tersebut lebih banyak dan mudah diserap tubuh. Tetapi kekurangannya adalah mengandung tinggi kolesterol (kecuali pada ikan) dan lemak. Sedangkan pada protein nabati mempunyai keunggulan mengandung proporsi lemak tidak jenuh yang lebih banyak dibanding pangan hewani. Oleh karenanya, ada baiknya apabila mengkonsumsi kedua jenis makanan tersebut, boleh bersamaan dan boleh juga berselang-seling. Misalnya sarapan dengan nasi goreng cumi yang dipadu dengan tempe goreng, atau membuat sarden yang dicampur dengan tahu.



Nasi adalah karbohidrat sederhana dengan Indeks Glikemik tinggi mencapai 74 dan rendah serat. Karbohidrat sederhana ini kemudian lebih cepat dipecah tubuh sehingga cepat menaikkan gula darah. Hal ini yang menuntun pada diabetes. Diabetes merupakan penyakit keturunan, tapi jika seseorang yang tidak mempunyai keturunan diabetes terserang juga, ini dikarenakan mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak. Tubuh tidak bisa mengubah karbohidrat menjadi jadi energi dan glikogen, sehingga gula dalam darah menumpuk dan menyebabkan diabetes.

Untuk mengurangi risiko diabetes karena karbohidrat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menakar konsumsi nasi sesuai anjuran, yaitu 120 gram saat sarapan, 150 gram saat makan siang, dan 120 gram untuk makan malam. Tapi, ada baiknya jangan menyantap makanan utama dengan nasi melebihi jam 7 malam, karena metabolisasi tubuh lebih lambat. Cara lainnya agar terhindar dari diabetes adalah dengan menambah porsi sayur dan buah, juga mengurangi jumlah konsumsi nasi tapi menambah jumlah asupan makanan tinggi protein.



Bila sering makan makanan yang berlemak, yang sebagian besar berasal dari hewan (daging, telur, susu), juga menyebabkan penumpukan kolesterol dalam tubuh. Kolesterol dapat menghambat peredarah darah. Salah satu penyebab terjadinya penyakit hipertensi atau darah tinggi dan juga penyakit jantung adalah kolesterol. Pun para ibu hamil yang menderita pre eklampsia, salah satu sebabnya adalah mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi.

Bakso merupakan makanan yang tebuat dari daging sapi yang diolah dengan tepung dan garam serta penyedap rasa. Makan bakso boleh saja, asal tidak rutin dan terlalu banyak. Sebagian besar orang menikmati bakso dengan nyemil kerupuk, yang bahan bakunya juga hanya berisi tepung dan –lagi-lagi—garam. Inilah makanan yang menjadi sumber munculnya penyakit, baik untuk ibu hamil maupun untuk segala usia. Jadi, menikmati boleh saja, asal pandai mengatur nafsu makannya. Kalau bisa, minum es jeruk atau jeruk hangat setelah mengkonsumsi makan berlemak untuk mengurangi dampak kolesterol dalam tubuh

Baca selengkapnya di ... >>  Batasi Konsumsi Bakso dan Es Sirup pada Ibu Hamil 


Ubah mindset kalau sarapan membuat obesitas. Justru kegiatan mengkonsumsi makanan ringanlah yang menjadi sumber penumpukan lemak dan berujung kegemukan. Orang yang lebih memilih nyemil dibanding sarapan, akan merasa lapar sepanjang hari. Akhirnya kegiatan mengunyah jadi tiada akhirnya. Makanan ringan macam apapun dipilih, mau gorengan, chiki, keripik, semua masuk ke perut. Padahal makanan demikian tidak menjamin bahwa kebutuhan kalori untuk aktivitas dapat terpenuhi.

Selain karena sarapan membuat perut kenyang selama 14 jam, kegiatan ini juga memiliki banyak manfaat lain. Contohnya dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat semakin baik. Menurut dr Fiastuti SpGK, yakni dokter spesialis gizi dari RSCM, orang yang tidak sarapan berpotensi terkena beragam penyakit kardiovaskuler. Hal ini diakibatkan oleh karena asupan yang masuk lebih sedikit dibanding tenaga yang harus dikeluarkan karena pagi merupakan waktu dimana kita terbiasa beraktivitas2. Coba bayangkan apabila begitu bangun tidur, kita langsung diminta bekerja sepanjang hari tanpa sarapan? Badan jadi terasa lemas dan rasanya mau pingsan, kan?



Jika mengkonsumsi kurang dari 8 gelas, efeknya secara keseluruhan memang tidak terasa. Tapi sebagai konsekuensi, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil sumber dari komponen tubuh sendiri. Di antaranya dari darah.Kekurangan air putih bagi darah amat berbahaya bagi tubuh. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa terganggu.

Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus, sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.

Baca selengkapnya di ... >> Sehat Bugar dengan Air Putih 


Pada pasien pasca melahirkan lewat operasi sesar, juga membutuhkan banyak minum air putih demi lancarnya produksi air susu ibu (ASI). Bila tubuh “kering” karena kurang air, secara otomatis hormon prolaktin sulit terproduksi. Ini adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa bagian depan yang berada di dasar otak, yakni hormon yang bertugas merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Bila tubuh kekurangan cairan, maka fungsi organ tubuh akan melemah dan membuat stimulus ke otak kurang maksimal.

Selain itu, cairan tubuh yang terpenuhi dengan konsumsi air putih yang mencukupi, membuat organ tubuh ibu yang melahirkan, baik secara normal maupun lewat operasi, cepat kembali pulih. Luka-luka, baik yang dapat dilihat secara kasat mata seperti luka operasi maupun luka yang berada di dalam tubuh seperli luka jalan lahir, kondisinya akan membaik karena terbentuknya sel-sel baru pengganti sel-sel yang rusak. Darah pembawa oksigen juga dapat mengaliri area tersebut sehingga perbaikan jaringan jadi lebih cepat. Kandungan mineral yang terdapat dalam air putih membuat sel dan jaringan tubuh dapat menjalankan perannya dengan baik. Selain konsumsi air putih yang cukup, yaitu minimal 8 gelas atau 1,5 liter sehari, konsumsi makanan tinggi protein juga membantu percepatan kesembuhan luka.



Perhatikan tanggal “kadaluwarsa/exp. date/best before”. Tiap makanan dan minuman mempunyai batas akhir yang aman untuk dapat dikonsumsi dan dijamin mutunya, dengan penyimpanan yang sesuai dengan petunjuk yang diberikan produsen. Makanan / minuman kadaluwarsa adalah makanan yang telah lewat tanggal kadaluwarsa1. Kadaluwarsa  artinya rusak, ada banyak kandungan berbahaya seperti kuman / mikroba pembuat sakit perut serta zat-zat berbahaya lainnya. Sehingga makanan – minuman kadaluwarsa, apapun itu, tidak layak dikonsumsi.

Yang harus diperhatikan lagi adalah bahan baku dan bahan tambahan yang dipergunakan dalam Nutrition Facts. Setiap makanan – minuman instant adalah makanan olahan yang dalam pembuatannya membutuhkan bahan tambahan, baik itu pengawet maupun penambah rasa. Dengan membaca label makanan, konsumen bisa dengan bijak memilih mana makanan – minuman yang baik untuknya. Pengawet dan penambah rasa yang terlalu banyak menumpuk dalam tubuh nantinya juga menimbulkan kerusakan pada tubuh kita. 



Disarankan mencuci tangan memakai sabun karena dapat membunuh 70% kuman dan bakteri yang melekat di tangan. Apabila dibantu dengan antiseptik bisa 98% kuman hilang. Sabun memiliki kandungan kimia yang mampu mengangkat kotoran yang lengket di kulit. Sabun cair cenderung lebih efektif dibanding sabun batangan, karena meminimalkan resiko terkontaminasi dengan kuman dan bakteri yang biasanya masih tertempel pada sabun batangan. Saking penting dan baiknya mencuci tangan pakai sabun, PBB mencanangkan Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia setiap tanggal 15 Oktober.

Mencuci tangan tidak sekedar membilas tangan pakai sabun dan air, tapi harus juga memperhatikan beberapa hal. Pertama, gosoklah tangan selama 20 – 30 detik agar kuman benar-benar mati, setelah itu langsung keringkan. Apabila setelah cuci tangan, kita masih membiarkan tangan kita basah, maka cuci tangan menjadi sia-sia karena kuman akan menempel lagi pada tangan kita yang basah. Lindungi juga tangan kita yang telah dicuci dan dikeringkan, jangan lagi menyentuh pintu toilet atau benda apapun yang kita sentuh saat tangan kita kotor. Kuman tentu akan kembali melekat apabila hal tersebut kita lakukan.

Baca selengkapnya di ... >> Cuci Tangan yang Benar Pakai Sabun 


Obesitas tidak hanya menjadi momok bagi kaum hawa. Kaum adam yang tidak berhati-hati dalam mengontrol pola makan dan aktivitasnya bisa juga mengalami kegemukan badan yang berlebihan. Pada pria, penumpukan lemak banyak terjadi pada perut. Pria yang menganggap aktivitas itu hanya dengan bekerja seperti biasa tanpa mengimbanginya dengan olahraga teratur, akan terancam memiliki perut buncit. Pun pada wanita yang hobi nyemil dan anti olahraga, bukan hanya perut yang ditimbuni lemak, tapi juga pada paha, lengan dan bagian tubuh lainnya.

Selain olahraga seperti jogging, senam, lari ataupun memakai alat-alat olahraga di gym, aktivitas fisik yang bisa membantu pembakaran kalori dan lemak adalah dengan cara berjalan, bersepeda, juga membersihkan rumah dengan cara menyapu dan mengepel. Apapun kegiatannya, asalkan mampu menggerakkan otot tubuh bagian lengan, kaki dan perut serta mengeluarkan keringat dan dilakukan minimum dalam 30 menit dapat dikatakan sebagai aktivitas fisik.

Baca selengkapnya di ... >> Cegah Obesitas dengan Cukup Aktivitas 


Intinya, pesan umum gizi seimbang adalah:

1. Syukuri dan nikmati anekaragam makanan
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
6. Biasakan Sarapan
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Semoga informasi ini berguna ya ...
Sehat dan bugar dengan gizi seimbang =)



»»  KLIK biar paham...
23.1.15

Dilema Liebster Award

Tengkiyuuu buat AM. Hafs yang udah ngasih lobster, eh Liebster Award via blognya: shohibulgubug. Yah walaupun dia ngabarin pakai acara salah mention karena salah nulis akun twitter saya :D

Tengkiyuuu juga udah bilang kalau saya blogger favoritnya. Padahal isi blog saya ya begini inilah yaaa... menggejeria -.-" Eniwei, makasih looo, Bro^^ Moga tembus even, ya. Kalau belum beruntung, coba lagi. Karena kalau gak mau nyoba artinya gak mau berusaha :D

Ngomong-ngomong...
Liebster award ini sering saya terima, tapi gak saya pakai. Bukan berarti saya gak menghargai, tapi even ini kesannya semakin lama bukan semakin elegan tapi semakin nyepam. Blogger membagikan Liebster Award kebanyakan bukan karena sebagai bentuk penghargaan, akan tetapi kebanyakan sebagai bentuk ..yaaah... asal bagi saja. Banyak yang asal mention dan nyebar via twitter, ke teman-teman yang gak akrab, dan parahnya gak kenal. Bagus sih kalau selanjutnya jadi lebih akrab dan kenal, lha kalau "CLING"... Hilang tanpa komunikasi begitu saja kan juga sayang sekaliiii...

Baiklah, saya jawab pertanyaan dari AM. Hafs yaaa:

1. Apa alasan terbesarmu dalam menulis? 
Simpel, hanya ingin berbagi. Berbagi apa saja: kisah, info, duit #eh. Menulis juga ladangnya rezeki, selain dapat teman yang sama-sama suka baca-tulis, juga dapat banyak hadiah dan duit. Haha, iya saya mata duitan, namanya saja Artha :D

2. Apa arti impian buatmu? 
Impian itu target hidup. Kalau punya impian, jadi lebih semangat menikmati hidup dan menjalaninya sesuai alur. Gak ngaco lagi. Selama bertahun-tahun, hidup saya ngaco soalnya gak jelas gitu maunya gimana, gak punya impian. Sekarang udah punya: jadi istri dan ibu yang baik. Eits, ini gak mudah! Noooh buktinya banyak kan istri dan ibu yang “gagal”. Di masa depan saya gak mau jadi wanita tanpa karier, juga gak mau jadi istri yang kurang tanggung jawabnya, juga gak mau jadi ibu yang gak bisa mendidik anak-anaknya.

3. Kalau kamu dapat kesempatan kuliah dengan beasiswa, universitas apa yang akan kamu tuju? Jelasin alasannya! 
jelasnya pengen kuliah S1 di Universitas Airlangga Surabaya. Itu universitas negeri yang saya puja #halah. Apalagi kampus kebidanannnya ada di depan kampus D3 saya dulu. Kerennya lagi di sana makanan-minumannya murah abis! Hemat!

4. Apa resolusimu di tahun 2015 ini? 
Kelola blog satunya: www.ceritabidan.com dengan baik dan benar. Rajin belajar juga, gak gegara mendadak CPNS melulu >.<
Kumpulin duit buat naik pesawat sama Mama, jalan-jalan, foto-foto ... Yah, sebenarnya bukan resolusi yang gimanah-getoooh juga sih. Saya orangnya gak punya target yang JRENG! Biasa-biasa saja, yang penting tercapai.

5. Kalau bisa ketemu orang yang paling kamu kagumi, bahkan yang dari masa lampau, apa yang akan kamu lakukan? 
Masalahnya gak ada orang yang saya kagumi di masa lalu.
Mantan? Ih gak lah.
Guru? Guru-guru saya hormati, bukan kagumi.
Jadi ... jawabannya gak ada, ya.

6. Kalau kamu jadi Sekjen PBB, apa hal pertama yang ada di pikiranmu? 
Ke zona perang. Cari pemimpin 2 kudu, suruh jabat tangan dan tanda tangan damai.

7. Apa hal yang paling kamu cintai dari Indonesia? 
Makanannya lah, enak!

8. Seandainya Ibu kota Indonesia dipindah, kota mana yang akan jadi pilihanmu? Jelasin alasannya. 
Jayapura. Biar saya bisa punya alasan untuk main ke Indonesia Timur.

9. Buku apa yang paling menginspirasimu? 
Ilmu Kebidanan yang amat-sangat-tebal-sekali-banget.

10. Ceritain hal paling kamu sesali di masa lalu yang terkenang sampai saat ini? 
Pacaran waktu SMA, fyuuuuh... Gak usah cerita deh, nanti sesak dada. Ada yang marah-marah, juga.

11. Jika bisa jadi tokoh anime, kamu akan jadi siapa? Deskripsikan karakternya. 
Jadi... aku gak tau nonton anime, reeeek. Gak ngertilah.


Sebenarnya Liebster Award ini harus dibagi lagi.
Akan tetapi... karena saya takut penerimanya gak ikhlas, hihi, jadi saya stop sampai di saya saja, ya. Gak pa-pa kan?


»»  KLIK biar paham...
7.1.15

Jurus Super Cinta Baca Buku

Buku adalah jendela dunia. Buku adalah sumber  ilmu. Buku adalah surganya impian. Buku adalah pemupus rasa sepi. Buku adalah penghibur diri. Buku adalah harta terindah. Buku adalah ... segalanya.

Beragam anggapan orang akan arti buku dalam hidupnya. Bagi saya, buku adalah gerbang untuk lebih dekat dengan orang lain. Melalui buku, hubungan saya dan Abi, sebutan untuk ayah saya, membaik. Lewat buku, saya mendapat nilai plus di mata orang tua Ndoro Li, you know who-lah. Via buku, saya pun mengenal banyak orang yang begitu super, yakni para blogger serta penulis dan mengambil banyak pelajaran hidup darinya. Misalnya Pakdhe Cholik, sang blogger  flamboyan yang telah memiliki banyak karya.

Tapi jangan dikira kalau proses jatuh hati saya terhadap buku itu begitu instant mengingat banyaknya jasa buku pada saya. Sungguh, walau suka menulis tapi saya adalah orang yang sulit menyukai kegiatan membaca. Hingga saat ini pun, saya masih belajar untuk bisa mencintai kegiatan membaca buku. Memang, membaca sangatlah mudah. Tetapi untuk benar-benar menyukainya perlu ekstra tenaga.

Untuk lebih bisa menerapkan cinta buku dan minat baca, saya melakukan banyak hal. Yakni:

1. Rajin Ke Perpustakaan
Zaman sekolah, saya memang hobi ke perpustakaan. Iya, memang untuk membaca buku. Tapi ada alasan yang mendorong saya untuk rutin melakukan kegiatan itu. Dari SD sampai SMP, saya menerapkan irit uang jajan dengan lebih banyak ngedon di perpustakaan. Cukup beli keripik 500 rupiah dan dimakan sambil baca-baca buku, eh tak terasa jam istirahat berlalu. Ketika SMA, alasan bertambah dengan adanya cowok yang ngejar saya. Daripada dipepetin setiap jam istirahat, mending saya mendinginkan kepala sambil buka-buka buku. Jadi, kalau ada yang mengira saya rajin ke perpustakaan karena cinta baca, ooo... salah kaprah!

Namun sejak lulus sekolah, saya mulai mengubah mindset tersebut. Saya ingin seperti orang normal lainnya, cinta baca buku. Karenanya, saya mulai menjalankan niat mulia mendatangi perpustakaan pure untuk membaca buku sepenuh jiwa raga. Kegiatan tersebut saya buat semenyenangkan mungkin, mulanya dengan mengajak Raka, adik kecil saya untuk main di Taman Pintar dan mampir di perpustakaannya. Ini saya lakukan ketika saya masih di Jogja. Mengenalkan perpustakaan pada anak kecil sungguh asyik hingga akhirnya hati saya tertambat pada pesona taman pustaka.

Selain surganya buku yang bernama Perpustakaan Taman Pintar, tak lupa saya mampir ke Jogja Library Center. Konsepnya yang menyatu dengan pusat perbelanjaan murah Malioboro benar-benar didesain agar saya sesering mungkin main ke sini. Tanpa ada bau buku lama yang menyengat dan bikin eneg, suasana nyamannya membuat saya kian memburu bacaan yang menghangatkan hati saya. Ternyata, kegiatan membaca bisa sangat menyenangkan dengan diimbangi tempat membaca yang pas di hati. Karena kesan positif yang saya dapatkan pada kedua perpustakaan ini, kegiatan membaca buku di perpustakaan selepas dari Jogja terus berlanjut, walau itu cuma di perpustakaan kecil sebelah Taman Kota Pasuruan.

2. Selalu Membawa Buku di Dalam Tas
Kebetulan, tidak ada penyuka buku di ruangan tempat saya bekerja. Jadi kalau banyak yang komentar, “Kok suka banget sih baca buku?” adalah hal yang biasa bagi saya. Tanggapan yang saya berikan hanya senyuman dan tetap melanjutkan kegiatan membaca buku di kala senggang. Itulah mengapa saya selalu membawa buku bacaan di dalam tas saya, agar bisa dibaca sewaktu-waktu. Kadang kalau saya berangkat dan pulang naik angkot pun, kegiatan yang saya lakukan saat angkot ngetem alias antre adalah membaca. Daripada saya bengong, nanti kalau kesurupan kan bahaya. Haha.

Lama kelamaan, teman-teman yang awalnya hanya melihat saya membaca akhirnya penasaran dengan isinya. Sesekali, mereka hanya baca judulnya. Kemudian baca bagian belakang buku. Baca beberapa lembar bagian depan juga dilakukan. Eh akhirnya malah pengen pinjam. Walau itu masih amat sangat jarang terjadi (karena hanya ketika ringkasan cerita yang saya kisahkan cocok dengan selera baca mereka), tapi saya yakin dengan seringnya mereka melihat saya membaca pasti deh ketularan juga. Jadi, kegiatan membawa buku ke mana-mana ini akan sangat berguna bagi saya (agar selalu ingat kalau kudu baca buku) dan teman-teman saya (agar virus cinta baca lekas menjalari mereka).

3. Berburu Gratisan Buku
Bagaimana caranya agar cinta buku adalah dengan punya buku yang dibaca. Kadang akan bosan bila buku yang dibaca hanya itu-itu saja, seadanya stok buku dalam lemari yang sudah dibaca berulang kali. Karenanya, saya selalu berupaya untuk bisa mendapatkan gratisan buku. Kalau beli kan mahal, saya butuh banyak tabungan untuk mewujudkan impian saya yakni beli tiket dan naik pesawat terbang buat jalan-jalan bareng Mama. Untungnya, ada banyak jalan untuk memperoleh bukubacaan gratis.


Cara paling gampang untuk bisa dapat buku gratis adalah dengan cara pinjam buku. Selain perpustakaan, tempat utama dalam pencarian buku bacaan menarik ada di lemari buku dalam rumahnya Ndoro Li. Orang tuanya suka baca, maka tak heran kalau koleksinya beragam. Mau tentang ekonomi? Ada! Tanaman hias? Lengkap! Novel? Ada dong, punya adik dan saudara-saudaranya Ndoro Li. Koleksi buku sejarah kesukaan doi juga tertata rapi dalam lemari. Mau baca yang mana? Pilih saja!

Cara lainnya dengan mendatangkan buku gratis ke alamat rumah. Melalui sering ikutan kuis berhadiah buku, jadi sering menang buku baru dan membacanya dengan riang gembira. Kuisnya bisa lewat jejaring sosial atau akun goodreads yang sudah pernah saya ceritakan lewat Cara Mendapatkan Buku Gratis. Jangan dikira mentang-mentang gratis, saya jadi hanya menjadikannya ajang narsis. Tidak sama sekali.

Justru karena ini pemberian, saya jadi tertantang untuk menikmati setiap alur kisah buku yang saya dapatkan. Sebagai bentuk rasa terima kasih, pun apresiasi terhadap sang pemberi hadiah yang kebanyakan adalah penulisnya sendiri. Dengan semakin sering mendapat buku gratis, saya semakin eksis untuk rajin membuka buku tersebut. Betewe, terima kasih untuk para pemberi hadiah buku ^^

4. Punya Tujuan Baca Buku
Cara terampuh untuk mau cinta buku adalah dengan memiliki tujuan saat baca buku. Kalau puya tujuan, pasti lebih terarah dan bersemangat. Tidak malas-malasan, tidak hanya menjadikannya sebagai pemupus waktu luang. Misalnya punya tujuan agar pintar dengan memahami isi buku yang dibaca. Atau karena ingin mengambil banyak informasi yang kemudian bisa diikutsertakan dalam lomba resensi. Atau mungkin untuk mengisi blog buku yang dikelola.

Dengan ikutan lomba resensi, pasti akan menuntaskan baca terlebih dahulu. Bacanya juga tidak asal baca, tapi mencerna setiap kalimat, mencari mana kekurangan dan kelebihan isi buku. Pun membuat ulasan tentang isi buku dan penilaian jujur sebagai pembaca. Salah satu metode yang saya terapkan agar mau cinta baca ya dengan ikutan ajang seperti ini. Walau awalnya terkesan ‘terpaksa’ namun karena tujuan yang ingin didapatkan maka kegiatan membaca jadi menyenangkan. Membaca jadi asyik, dari yang awalnya membaca sedikit demi sedikit, eh jadi terbiasa baca beberapa lembar bahkan menamatkan dalam sekali duduk.

Pokoknya kalau sudah biasa membaca, akan jatuh cinta. Kan kata orang jawa ... witing trisno jalaran soko kulino.
  
Agar teman-teman saya juga ikutan suka membaca, sayapun mencoba menerapkannya dalam kehidupan mereka. Memang tidak secara langsung, karena yang namanya kemauan orang lain tidak bisa kita paksakan. Seperti yang tadi saya ceritakan, saya tidak sendirian kalau ke perpustakaan, pasti ada temannya. Biar temannya ikut tertular suka baca. Bagi yang belum terlalu suka baca, pasti ambil komik atau buku-buku bergambar. Kemudian ambil kumpulan cerpen yang berilustrasi, nah lama kelamaan mau deh baca novel atau buku bacaan lainnya yang full tulisan. Belajar suka baca dan cinta buku itu ada tahapannya, harus pelan-pelan agar benar-benar jatuh hati.

“Ada paketan lagi tuh, di Pos! Paling juga buku lagi!” seringkali teman-teman kerja saya berujar demikian.

Pun saya jawab, “Tolong ambilin. Buka dulu juga gak apa-apa.”

Itu adalah trik saya. Kalau mereka yang buku bungkusnya duluan, pasti mereka ikut baca judulnya. Setelahnya, pasti mengamati cover dan sampul belakang. Lama-lama, pasti penasaran juga sama isinya. Akhirnyaaa...pinjam deh! Tapi ya seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kebanyakan saya harus mendongeng terlebih dahulu agar mereka benar-benar tertarik baca kelanjutannya. Tak apalah, pengorbanan yang menyenangkan.

Saya pun sering membagikan buku gratis lewat ajang giveaway yang sering saya adakan. Tujuannya agar minat baca ikut tertular, jadi suka menerima hadiah buku dibanding barang lainnya. Harapannya agar teman-teman (yang kebanyakan saya kenal via dunia maya) juga mau menulis resensi seperti yang saya lakukan dalam blog semuaresensi.blogspot.com. Hampir semua buku yang saya resensi di situ adalah pemberian teman dan penyenggara kuis. Lumayan kan, jadi hapal isinya dan bisa ngasih gambaran isi buku ke teman-teman yang belum tahu isinya. Ngasih rekomendasi mana buku bagus dan bermanfaat bagi banyak orang. Jadi pengingat diri saya juga, biar lebih rajin bikin resensi dan memperbaiki kualitas resensi saya.

Yuhuuu, guyz! Cintai buku dan tumbuhkan minat baca dalam diri kita, yuk! Kalau kalian sudah baca tulisan ini, tandanya saya sudah menebar cinta buku dan minat baca sehingga kalian turut serta melakukannya. Nah ... Setelah itu, virus cinta tersebut tularkan pada orang-orang di sekitarmu ya .... InsyaAllah berkah.



»»  KLIK biar paham...

Yippi! ceritabidan.com Tayang!

Alhamdulillahhhh....
Akhirnyaaaa....

Dari sepulang kerja kemarin, saya main laptop terus. Tumbeeeen... Padahal ya seperti biasa, sinyal endut-endutan. Tapi ini demiii...demi domain baru saya, hehe. Sampe-sampe, Mama ngira saya lagi serius chatting-an sama Ndoro Li, sampe nyindir ... "Gak boleh terlalu cinta, nanti jatuhnya sakiiiit!"

Siapa yang over jatuh cinta? Anak Mama ini lagi berjuang biar bisa punya domain sendiri, Ma. Berjuang! Gak berjuang lulus CPNS aja, twink!

Finally ...

Sudah bisa nengok www.ceritabidan.com loh. Tapi ya masih ala kadarnya, kudu butuh banyak sekali perbaikan di sana-sini. Ya template, ya isi. Paling utama isi! Iya, maunya saya tulis kasus teraneh harian saya. Biar jadi pengingat buat saya dan sebagai pelajaran bagi pembaca.

Semoga saya bisa jauh lebih konsisten nulis. Semoga domain saya ini jauh lebih berguna dan gak asal nama doang. Semoga jauh lebih kece dari blog www.argalitha.pw ini. Oiya, tahu gak kenapa saya pakai domain .pw untuk blog ini? Karena saya nyaman dengan nama ini. 

Jangan lupa main ke CeritaBidan dan kasih masukan yaaa....

^^


»»  KLIK biar paham...
28.12.14

Target 2015: Jalan-jalan Naik Pesawat

Beberapa hari lagi, 2014 meninggalkan kita. Meninggalkan banyak kenangan, menumbuhkan banyak keinginan, memupus kekecewaan dan membuat target hidup yang lebih baik lagi. Kalau banyak orang yang beresolusi ingin lulus CPNS di tahun 2015, saya pun demikian. Teteeep, makin nyut-nyut-mupeng pas baca ada beberapa teman-teman blogger yang lulus CPNS 2014 secara murni. Weeehhh.., rezekinya :') 

Kalau banyak orang yang ingin makin dekat dengan Allah, sama...saya juga. Kata Mama saya 'baik' plus 'rajin' kalau ada maunya doang. Sholatnya kurang ontime, doanya kurang khusuk, kepikiran sinetron mulu kalau Magriban. Hiyaaa... gak banget deh. Jangan ditiru, ini namanya kurang syukur, apa-apa udah dituruti tapi yaaa...gitu deh >.< Banyak alpanya. Sholatnya mepet-mepet, cepet-cepetan, doa seadanya. Ngiiik.

Yang paling ingin saya dapatkan di tahun 2015 itu adalah... TIKET PESAWAT dan NAIK PESAWAT! Mama udah pernah naik pesawat, malah 10 jam-an, dari Indonesia ke Arab. Si Li udah nyampai Singapura dan Malaysia. Saya? Paling jauh yaaa Bandung, terus Jogja, Semarang... itupun naik bus dan kereta, sama Mama. Gak berani naik pesawat. Pertamaaaa...harga tiketnya mahal, kantong saya belum menjangkaunya. Ya bisa sih minta uang Mama, tapi kan...gak asyik! Kedua, saya juga takut kalaupun naik pesawat, tingggiii...takut jatuh. Kan sering tuh pesawat pakai acara jatuh-jatuhan segala

Si Li udah beberapa kali nawarin, "Ayo tak tumbasno tiket pesawat. Kamu ke Jakarta sama aku, ya?"

Kalau saya meng-iya-kan, Mama mengutuk saya jadi anak sableng. Soalnya Mama gak diajak, kan gak boleh dua-duaan jauh-jauh, ntar digoda setan. Sekarang Surabaya-Pasuruan aja udah banyak setan di sekeliling kami, apalagi berdua ke luar provinsi?

Entah saya kerasukan apa tadi sore, selepas nonton berita Air Asia yang menghilang di perairan Kalimantan, saya malah pengen naik pesawat. 

"Tahun depan, jalan-jalan naik pesawat yuk, Ma!" ujar saya pada Mama yang juga nonton berita seram itu.

"Gak takut?" Mama tersenyum melihat saya yang menggeleng-gelengkan kepala. "Ke Jogja ta? Enak, kan kita udah tahu bandaranya."

"Yang jauhan dikitlah... Nyasar-nyasar dikit kan seru, kayak waktu jalan-jalan ke Bandung beberapa tahun lalu. Makin nyasar, makin asyik!"

Iyaaa... saya suka acara Jelajah yang pakai adegan nyasar. Kayak waktu sama Mama, muter-muter gak jelas di buminya orang Sunda, tapi yaaa enak aja. Beda sama rekreasi orang-orang lainnya. Contohnya kayak waktu main ke Kawah Putih, dikibulin Pak Sopir tapi ya untungnya nyampai juga.

"Artha nabung, deh. Nnati cari tiket murah untuk penerbangan pertengahan tahun."

"Ke Jogja aja deh..."

Rupanya Mama demen banget main di Jogja. Ya udah deh...dituruti deh ya...
Okay! Nabung---nabunggg... Moga dapat tambahan kucuran dana dari menang kuis dan lomba-lomba yang saya ikuti, hehe.

Aamiin. Moga target-target mini ini tercapai di tahun 2015 :')


Enggg... tapi gimana yaaa cara ilangin perasaan takut jatuh dari pesawat? Apalagi Mama nakut-nakutin, katanya kalau udah di pesawat, jangan lihat via jendela. Bisa syok! Habis kelihatan genteng-genteng, eh ganti awan putih dengan desiran yang menyebabkan penerbangan agak goyang. Hmmm... apa rasanya kayak naik odong-odong?



»»  KLIK biar paham...
26.12.14

Cerita Pendek tentang Balon Biru

Balon biru, yang terlintas dalam benak kita ketika membaca dan mendengar kedua kata tersebut adalah keindahan. Atau kesan kekanakan karena balon hanya disukai anak-anak. Tapi yakinlah, ketika membaca Balon Biru, cerita pendek saya yang terpajang di AOMagz, gambaran pembaca akan berubah total.


Balon Biru saya buat sudah agak lama, tapi mengendap dalam netbook. Ini karya pertama saya tentang dunia medis dan dibuat saat mengikuti sekolah menulis online. Ceritanya ...enggg... saya juga bingung kok bisa yaaa anak kecil kepikiran menuju surga? Waaah....

Penasaran? Baca saja deh kisah Balon Biru

»»  KLIK biar paham...